Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun Bisnis
LIVE ●
tag populer

Dirut Akui Merpati Merugi

Manajemen PT Merpati Nusantara Airlines (Persero)mengakui kalau kinerja perusahaan tersebut masih merugi pada kwartal I 2011.

Penulis: Hendra Gunawan
Editor: Ade Mayasanto

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Manajemen PT Merpati Nusantara Airlines (Persero)mengakui kalau kinerja perusahaan tersebut masih merugi pada kwartal I 2011. Namun kerugian tidak mencapai Rp 130 miliar seperti yang diungkapkan oleh Serikat Karyawan (Sekar) Merpati.

Direktur Utama Merpati Sardjono Jhoni Tjitrokusumo mengakui Merpati memang mengalami kerugian pada kwartal pertama 2011. Namun dirinya tidak mau mengungkapkan jumlahnya berapa.

"Jumlahnya tidak sebesar itu. Butuh waktu untuk membuka dan menghitungnya lebih dulu, tapi nanti akan diekspos ke wartawan," kata Jhoni saat dihubungi di Jakarta, Selasa (23/5/2011).

Sebelumnya pengurus Sekar Merpati, Aris Munandar dan Purwanto mengungkapkan, triwulan I 2011, Merpati merugi hingga Rp 130 miliar. Kerugian terjadi selain karena operasional yang boros, manajemen dianggap memaksakan menggaji karyawan penuh setiap bulannya, padahal dari sisi keuangan belum mampu.

Jhoni juga mengakui kalau ada dana Jasa Raharja dan Jamsostek yang tidak dibayarkan. Namun demikian, manajemen saat ini sedang berencana untuk melakukan restrukturisasi terhadap Jasa Raharja dan jamsostek.

Menurutnya, hal itu terjadi saat ini karena kinerja Merpati yang tidak didukung olehpemerintah yang menjanjikan memberikan dana sebesar Rp 510 tetapi belum juga cair.

Rekomendasi Untuk Anda

"Merpati harus membiayai sendiri tanpa dapat dana sepeser pun dari pemerintah," tandasnya.

Menurutnya, seharusnya Sekar senang dengan kebijakan manajemen yang membayar gaji secara penuh, karena kesejahteraan karyawan bisa terjamin.
Mengenai pernyataan Aris Munandar tersebut, jelasnya, itu hanyalah motif saja. "Karena dia mungkin sakit hati, dulu jabatannya jadi GM (general manager) sekarang hanyalah stafbiasa," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Atas