Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

CEO Airbus Janji Segera Perbaiki Keretakan Sayap

Thomas Enders berjanji akan segera memperbaikinya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Budi Prasetyo
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM SINGAPURA – Menanggapi beberapa keretakan yang muncul di beberapa pesawat Airbus A 380 Super Jumbo antara lain yang ditemukan di Maskapai penerbangan Singapura, Singapore Airlines dan Qantas, Ceo Airbus Thomas Enders berjanji akan segera memperbaikinya.

Thomas Ender yang dilansir AFP mengatakan produsen pesawat terbang Eropa itu berharap, masalah retakan di bagian sayap serta masalah mesin Rolls Royce di pesawat A380 sebelumnya tidak akan mempengaruhi kredibilitas Airbus.

Hal itu disampaikan Enders di Singapura menjelang event Singapore Airshow seperti diberitakan AFP, Senin (13/2/2012). Saat itu dia ditanyai mengenai dampak masalah sayap dan mesin terhadap masa depan dan reputasi Airbus.

Dituturkan Enders, masalah mesin telah diperbaiki oleh pemasok mesin Rolls Royce. Enders pun berjanji, Airbus akan memperbaiki masalah retakan sayap tersebut.

"Sangat jelas, dengan cara yang sama, kami akan memperbaiki masalah sayap secepat mungkin. Ini memang disayangkan," ujar Enders.

"Ini salah kami, kami mengacaukannya. Kami akan memperbaikinya secepat mungkin dan berapa pun biayanya," imbuhnya.

Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA) telah memerintahkan agar semua pesawat Airbus A380 diperiksa perihal keretakan pada bagian sayap. Namun Airbus bersikeras bahwa keretakan tersebut tidak menimbulkan bahaya terhadap keselamatan penerbangan.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas