Pos Indonesia dan Malaysia Garap Pengiriman Wesel
PT Pos Indonesia kembali mengembangkan sayapnya ke negara tetangga, Malaysia dalam rangka memperluas jaringan pengiriman wesel
Editor:
Toni Bramantoro
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pos Indonesia kembali mengembangkan sayapnya ke negara tetangga, Malaysia dalam rangka memperluas jaringan pengiriman wesel ekspres dan paket serba cepat dan ekspres.
Untuk itulah, PT Pos Indonesia bekerjasama dengan Pos Malaysia sepakat melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama sehubungan dengan International Express Money Order dan Prepaid Parcel.
Pihak PT Pos Indonesia diwakili oleh Direktur Utama, I Ketut Mardjana sedangkan Pos Malaysia Berhad diwakili oleh Group Chief Executive Pos Malaysia Berhad, Dato Khalid Abdol Rahman.
Hadir pada acara penandatanganan kerjasama yang dilakukan di Grand Hyatt Indonesia, Kamis (8/3/2012) itu, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Tifatul Sembiring, dan Menteri Informasi, Komunikasi dan Budaya Diraja Malaysia, Dato' Seri Utama, Rais Yatim.
"Menurut statistik nasional pada 2011 terdapat sekitar satu juta pekerja Indonesia yang mewakili 50 persen pekerja asing di Malaysia," kata I Ketut Mardjana.
I Ketut Mardjana mengatakan, jumlah tersebut menunjukkan terdapat pasar berpotensi besar untuk layanan transfer uang dan pengiriman barang melalui pos.
"Melalui kerja sama ini pekerja Indonesia di Malaysia dapat lebih mudah mengirimkan yang secara elektronis demikian juga dalam pengiriman barang," kata I Ketut Mardjana.
Pihaknya juga berharap sistem layanan weselpos internasional atau yang disebut Wesel Ekspres Internasional (International Express Money Order/IEMO) dan mutu pengiriman barang melalui layanan Paketpos Internasional akan semakin meningkat.
Menurutnya, Wesel Ekspres Internasional akan menjadi inovasi bagi Pos Indonesia sebagai jawaban dalam menghadapi tantangan bisnis dalam persaingan global sekaligus respon atas kebutuhan pelanggan yang perlu layanan pengiriman uang dan barang dalam waktu cepat dan terjangkau.
Ketut menjelaskan, layanan itu sepenuhnya didukung oleh keandalan teknologi komunikasi dan informasi yang dikembangkan Pos Indonesia.
Berdasarkan data statistik Bank Dunia, para pekerja di Malaysia dari Indonesia mengirimkan uang melalui layanan pengiriman uang (remittance) lebih dari 2,6 miliar dolar AS pertahun.
Selain itu mereka juga menggunakan layanan pengiriman barang dengan jumlah lebih dari 25 ribu setahun lelalui layanan pos.
"Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa terdapat potensi pasar yang besar untuk pengiriman uang dari Malaysia ke Indonesia," katanya.
Kerja sama itu dinilainya merupakan sinergi yang dibentuk antara anggota Perhimpunan Pos Sedunia (Universal Postal Union/UPU) di mana Pos Indonesia dan Pos Malaysia telah menjalin hubungan panjang terkait implementasi Akta UPU yang menganut prinsip dasar untuk layanan pos universal.
"Kerja sama ini merupakan langkah strategis bagi kami untuk masuk ke pasar global," katanya.