Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Resi Gudang Hindarkan Petani dari Bunga Tinggi

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menyoroti kesulitan petani untuk meminjam

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
Memuat video…

Laporan Wartawan Kontan, Astri Kharina Bangun

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menyoroti kesulitan petani untuk meminjam uang kepada bank karena tidak mempunyai agunan atau jaminan.

"Akibatnya, petani lebih suka menggadaikan atau mengijon gabahnya dengan harga jual yang lebih rendah dan membayar utang dengan bunga lebih tinggi," ujar Bayu dalam Rakornas III Tim Penanggulangan Inflasi Daerah 2012, Rabu (16/5/2012).

Solusi yang sudah coba dilakukan pemerintah mengatasi hal tersebut adalah dengan menyelenggarakan skema subsidi resi gudang (S-SRG). Skema ini memfasilitasi petani, kelompok tani, gabungan kelompok tani, dan koperasi untuk memperoleh pembiayaan dari Bank Pelaksana/Lembaga Keuangan Non Bank dengan memanfaatkan Resi Gudang sebagai jaminan.

"Beban bunga kepada peserta S-SRG ditetapkan sebesar 6 persen. Selisih tingkat bunga S-SRG dengan beban bunga peserta S-SRG merupakan subsidi pemerintah," ujar Bayu.

Ia menjelaskan, pemerintah memberikan subsidi bunga selama masa jangka waktu S-SRG paling lama enam bulan, tidak termasuk perpanjangan jangka waktu pinjaman dan/atau jatuh tempo Resi Gudang.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan no. 37/M-DAG/PER/11/2011 barang yang dapat disimpan di gudang dalam rangka Sistem Resi Gudang adalah gabah, beras, jagung, kopi, kakao, lada, karet, rumput laut dan rotan.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada kesempatan yang sama Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menambahkan, SRG akan menjadi alternatif pencadangan dan sistem distribusi pangan serta struktur pasar yang ada. "Yang perlu dicermati juga dari sistem ini adalah pembayaran subsidi harus cepat dan tepat agar mekanismenya tidak membuat perbankan ragu-ragu masuk," kata Darmin.

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas