Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
Live
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Enam Bulan BCA Untung Rp 5,29 triliun

BCA mencatatkan laba bersih semester I 2012 sebesar Rp 5,29 triliun. Angka ini naik 10,5%

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan laba bersih semester I 2012 sebesar Rp 5,29 triliun. Angka ini naik 10,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp 4,79 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja memaparkan, pendapatan bunga bersih BCA hingga Juni lalu mencapai Rp 9,19 triliun atau naik 14,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 8,03 triliun. Pendapatan non bunga BCA juga naik 12,1% dari Rp 3,24 triliun menjadi Rp 3,633 triliun.

Penyaluran kredit BCA tumbuh 41,5% dari Rp 66,3 triliun menjadi Rp 226 triliun hingga Juni 2012. Pencapaian ini di atas target yang dipatok Bank Indonesia (BI) di level 24%.

Kredit konsumer melonjak lebih dari 50% menjadi Rp 60 triliun. Kenaikan ini didorong oleh portofolio Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang melejit hingga 73,5% menjadi Rp 36,5 triliun.

"BCA mengukuhkan posisinya sebagai yang terdepan dalam hal penyaluran KPR dengan meluncurkan KPR dengan suku bunga tetap per tahun 8% untuk 55 bulan pertama pada Februari 2012," terang Jahja saat paparan kinerja semester I 2012, Senin (30/7).

Dalam periode kinerja ini, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) tumbuh 24,4% menjadi Rp 18,1 triliun, sedangkan kartu kredit meningkat 25,1% menjadi Rp 5,5 triliun pada akhir Juni 2012.

Kredit korporasi BCA juga tumbuh 42,6% menjadi Rp 77,3 triliun. Ini didapat dari sektor industri jasa keuangan, perkebunan & pertanian, dan rokok & tembakau. Pada saat yang sama kredit komersial dan UKM tumbuh 35% mencapai Rp 88,7 triliun.

Rekomendasi Untuk Anda

"LDR kami sekarang jadi 65,5% sementara rasio kredit bermasalah (LDR) pada level rendah 0,5%" tuturnya. Untuk dana pihak ketiga mengalami peningkatan 19,4% menjadi Rp 341,1 triliun. Ini terdiri dari saldo tabungan Rp 182,3 triliun, giro Rp 82,8 triliun dan deposito Rp 76 triliun. Untuk secondary reserves tercatat Rp 59,8 triliun. (*)

BACA JUGA:


Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas