Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Ekspor Agustus Menurun, Namun Tetap Surplus

ekspor pada Agustus 2012 menurun. Namun neraca perdagangan masih surplus. Hal ini terjadi karena impor juga menurun.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Sugiyarto

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Arif Wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meskipun ekspor Indonesia di Agustus 2012 menurun dibandingkan Juli 2012, neraca perdagangan Indonesia masih menunjukan surplus. Penyebabnya adalah impor yang juga menurun.

Suryamin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, mengatakan, Ekspor RI pada bulan Agustus 2012 mencapai 14,12 miliar dollar AS atau menurun sebesar 12,27 persen dibanding ekspor Juli 2012 dan mengalami penurunan sebesar 24,30 persen ketimbang Agustus tahun lalu. 

Namun hal ini, bukanlah menjadi masalah bagi neraca perdagangan RI karena malah menunjukan surplus.  "Meskipun ekspor menurun, namun impor juga menurun, ini yang menyebabkan neraca perdagangan kita surplus," ujar Suryamin, di Gedung BPS, Jakarta, (01/10/2012).

Ia mengatakan, penurunan ini mengindikasikan adanya perubahan ketergantungan impor terhadap negara tetangga."Artinya kita sudah mulai tidak bergantung lagi kepada negara tetangga," ujarnya.

Dalam data BPS terlampir, impor pada bulan Agustus 2012, sebesar 13,8 miliar dollar AS atau menurun 15,21 persen ketimbang Juli 2012 yang mencapai 16,35 miliar Dollar AS. Impor non migas juga mengalami penurunan sebesar 22,35 persen.

Akibat dari hal itu adalah terjadinya surplus neraca perdagangan sebesar 250 juta dollar AS, jika memakai asumsi selisih neraca perdagangan Indonesia pada Juli - Agustus 2012. 

Rekomendasi Untuk Anda

Hal ini juga menyebabkan neraca perdagangan pada periode Januari - Agustus 2012 yang secara akumulatif masih menunjukan surplus.

"Impor per Januari - Agustus 2012 mencapai 126,67 miliar dollar AS dan ekspor Januari- Agustus 2012 mencapai 127,16 miliar dollar AS artinya masih surplus 490 juta dollar AS," ujarnya. (*)

BACA JUGA:


Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas