Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

IHSG 5 Juni 2026: Bursa Saham Kembali Ambrol 4,2 Persen ke Level 5.594

IHSG atau IDX ditutup merosot tajam sebesar 4,20 persen atau kehilangan sekitar 245,03 poin ke level 5.594,77.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bobby W
Editor: Suci BangunDS
zoom-in IHSG 5 Juni 2026: Bursa Saham Kembali Ambrol 4,2 Persen ke Level 5.594
Tribunnews.com
IHSG ANJLOK - Karyawan melintas dengan latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasar modal Indonesia kembali dihantam gelombang aksi jual masif pada hari Jumat (5/6/2026) menjelang penutupan bursa pekan ini, IHSG atau IDX ditutup merosot tajam sebesar 4,20 persen atau kehilangan sekitar 245,03 poin ke level 5.594,77. 

Ringkasan Berita:
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini merosot tajam sebesar 4,20 persen ke level 5.594,77 akibat gelombang aksi jual masif menjelang penutupan pekan. 
  • Kejatuhan bursa ini tidak terjadi secara tiba-tiba di akhir sesi, sesaat setelah bel pembukaan berbunyi, grafik langsung menukik tajam tanpa perlawanan berarti dan terus tertekan sepanjang hari.
  • Sentimen negatif dan kepanikan yang merata ini pada akhirnya turut menyeret turun indeks likuid LQ45 dan indeks saham syariah (ISSI) secara serentak

 

TRIBUNNEWS.COM - Pasar modal Indonesia kembali dihantam gelombang aksi jual masif pada hari Jumat (5/6/2026) menjelang penutupan bursa pekan ini.

Hancurnya kondisi bursa saat ini bisa dilihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali terkoreksi sangat tajam sepanjang sesi perdagangan hari ini dan terpaksa ditutup di zona merah dengan penurunan yang sangat signifikan.

Kondisi ini mencerminkan kepanikan pasar yang cukup merata di berbagai sektor saham unggulan.

Berdasarkan data resmi pada papan penutupan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG atau IDX ditutup merosot tajam sebesar 4,20 persen atau kehilangan sekitar 245,03 poin ke level 5.594,77.

Kejatuhan ini tidak hanya menimpa indeks acuan utama, tetapi juga menghantam indeks saham-saham berkapitalisasi besar serta indeks berbasis syariah secara serentak.

Longsor Sejak Pembukaan Pagi

Rekomendasi Untuk Anda

Kejatuhan pasar saham dalam negeri sebenarnya sudah terindikasi kuat sejak awal perdagangan dibuka.

Memantau visual grafik pergerakan pasar, pergerakan indeks langsung menukik tajam sesaat setelah bel pembukaan berbunyi.

Tekanan jual yang masif dari para investor domestik maupun asing membuat indeks tidak mampu memberikan perlawanan berarti sepanjang hari.

Hingga sore hari mendekati akhir sesi, tepatnya pada pukul 15.49 WIB, situasi pasar belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Indeks komposit sempat tertahan di level 5.607,49 sebelum akhirnya kembali tertekan di menit-menit terakhir menjelang prapenutupan perdagangan bursa.

Grafik pergerakan hari ini menunjukkan garis merah yang cenderung landai di area bawah setelah terjun bebas di paruh pertama perdagangan.

Baca juga: Bhima CELIOS: Rupiah Bisa Tembus Rp20.000 per Dolar pada Akhir Juni, Kelas Menengah Menyusut

Saham Perbankan Raksasa Jadi Korban Utama

Koreksi dalam yang dialami bursa hari ini utamanya dipicu oleh rontoknya harga saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps), terutama dari sektor perbankan yang selama ini menjadi penopang utama indeks.

Aksi lepas saham secara masif oleh pelaku pasar membuat saham-saham blue chip berguguran dengan persentase penurunan yang cukup drastis.

Salah satu tekanan terbesar datang dari saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang anjlok 6,45 persen ke level Rp5.075 per lembar saham.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas