Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
Live
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Dibuang Marvel, Dikontrak Eksklusif DC Comics

“Biasanya 10 halaman itu diberi waktu 13 hari dan saya bisa mengerjakan semua tepat waktu

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Memuat video…

Saat itulah Ardian berniat menelorkan ide-idenya menjadi sebuah cerita bergambar.

“Saya mempunyai imajinasi karakter dan cerita yang belum bisa saya wujudkan. Mungkin nanti kalau sudah tidak terikat kontrak saya akan kerjakan,” ucapnya.

Meski untuk membuat komik, Ardian harus mengaku bahwa komik bukan menjadi suatu yang populer di Indonesia, seperti Amerika dan negara-negara barat. Menjadi komikus bukan pilihan bijak untuk menjadi tumpuan hidup di Indonesia. Karena kurang diminati, penerbit pun jadi enggan menerbitkan komik karena dianggap kurang menguntungkan.

Tidak heran komik yang beredar pun kebanyakan merupakan komik Jepang. Pahlawan super yang ditawarkan pun juga produk-produk barat, sementara tidak ada tokoh lokal Indonesia yang menonjol.

“Posisi komik yang tidak populer dan keengganan penerbit yang enggan menerbitkan membuat komik Indonesia sangat lesu. Tapi saya selalu punya mimpi tentang komik-komik asli Indonesia,” pungkasnya.

Sumber   : Surya
Reporter : David yohanes

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Surya
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas