Dibuang Marvel, Dikontrak Eksklusif DC Comics
“Biasanya 10 halaman itu diberi waktu 13 hari dan saya bisa mengerjakan semua tepat waktu
Saat itulah Ardian berniat menelorkan ide-idenya menjadi sebuah cerita bergambar.
“Saya mempunyai imajinasi karakter dan cerita yang belum bisa saya wujudkan. Mungkin nanti kalau sudah tidak terikat kontrak saya akan kerjakan,” ucapnya.
Meski untuk membuat komik, Ardian harus mengaku bahwa komik bukan menjadi suatu yang populer di Indonesia, seperti Amerika dan negara-negara barat. Menjadi komikus bukan pilihan bijak untuk menjadi tumpuan hidup di Indonesia. Karena kurang diminati, penerbit pun jadi enggan menerbitkan komik karena dianggap kurang menguntungkan.
Tidak heran komik yang beredar pun kebanyakan merupakan komik Jepang. Pahlawan super yang ditawarkan pun juga produk-produk barat, sementara tidak ada tokoh lokal Indonesia yang menonjol.
“Posisi komik yang tidak populer dan keengganan penerbit yang enggan menerbitkan membuat komik Indonesia sangat lesu. Tapi saya selalu punya mimpi tentang komik-komik asli Indonesia,” pungkasnya.
Sumber : Surya
Reporter : David yohanes