Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun Bisnis
LIVE ●
tag populer

Pelemahan Rupiah Pukul Importir

Sejak beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan.

Editor: Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Sejak beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan.

Bahkan saat ini, nilai tukar rupiah sudah menembus angka Rp 11.000 per Dollar Amerika Serikat (AS). Tentunya, bagi para importir, hal ini sangat berpengaruh.

Pasalnya, para importir, apa pun komoditinya, wajib mengeluarkan dana lebih besar lagi untuk melakukan impor. Tidak tertutup kemungkinan, naiknya biaya impor tersebut menyebabkan harga jual berbagai komoditas impor mengalami penyesuaian alias kenaikan harga.

"Melemahnya rupiah tidak hanya berefek pada buah impor. Komoditi-komoditi lain yang kontennya impor pun terpengaruh. Misalnya, susu, beberapa jenis makanan, dan lainnya," kata Sekretaris DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Jabar, Henri Hendarta, Kamis (22/8).

Meski melemahnya rupiah berpotensi membuat harga jual beragam jenis komoditas impor atau berkomponen impor naik, sejauh ini, harga jual berbagai produk, khususnya impor, masih menerapkan angka yang lama.
Diutarakan, itu terjadi selama para importir belum melakukan adjustment (penyesuaian) harga berkaitan dengan melemahnya nilai tukar rupiah.

Bagi para peritel, sambungnya, harapannya, pemerintah melakukan berbagai langkah kongkret untuk menyikapi pelemahan rupiah terhadap Dollar AS tersebut. Menurutnya, jika situasinya berlangsung cukup lama, tidak tertutup kemungkinan, terjadi inflasi.
"Efeknya, daya beli masyarakat turun," kata Henri.

Dia mengatakan, jika terjadi inflasi yang membuat melemahnya daya beli masyarakat, tentunya, hal yang menjadi kekhawatiran para peritel yaitu berimbas pada omzet.

Rekomendasi Untuk Anda

Henri berpendapat, tidak tertutup kemungkinan, lemahnya daya beli masyarakat akibat naiknya harga jual barang impor sebagai imbas melemahnya rupiah, berpotensi membuat terjadinya perlambatan dan pelemahan pertumbuhan bisnis.

Henri berpendapat, sejauh ini, pihaknya belum melihat adanya pelemahan daya beli. Kendati demikian, sahut dia, indikasi mengenai pelemahan daya beli dapat terlihat apabila harga jual barang-barang impor, termasuk buah-buahan, mengalami kenaikan.

Karenanya, tutur Henri, para pelaku ritel menunggu pernyataan dan pidato Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengenai sikap pemerintah menyikapi melemahnya rupiah. "Apa yang menjadi pernyataan SBY, kami tunggu," katanya. (win)

Sumber: Tribun Jabar
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Atas