Investor Menilai Positif BI Rate Tetap
Pengumuman BI Rate yang tetap pada posisi 7,5 persen memberikan dampak yang positif bagi para investor.
Editor: Budi Prasetyo
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness
*Penutupan Indeks Menguat Tipis
TRIBUNNEWS.COM , PONTIANAK - Perdagangan saham di lantai bursa hari ini, Kamis (9/1/2014) di buka turun tipis 0,6 poin pada posisi 4.199,96 dibandingkan pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya berada posisi 4.200,56.
Awal perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada pada teritori negatif, terutama sesi I tekanan jual dilakukan investor menyebabkan indeks lebih banyak pada zona merah. Akhir sesi I dan selama sesi II indeks berada pada teritori positif, hanya pada akhir perdagangan indeks sempat melemah kembali hingga akhir perdagangan indeks bisa bertahan di zona positif.
Trainer Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalbar, Ardhy Anto, memaparkan IHSG pada akhir perdagangan berhasil menguat tipis +0,625 poin atau naik 0,001 persen pada posisi 4.201.21. Posisi tertinggi IHSG tercatat 4.216,82 atau naik 16,22 poin. Sedangkan posisi terendah berada pada level 4.189,12 atau -11,21 poin.
Indeks saham blue chip yang tergabung dalam Indeks LQ-45 ditutup pada level 698. Sementara indeks berbasis syariah (ISSI) ditutup pada posisi 140 dan indeks saham syariah unggulan yang tergabung pada Jakarta Islamic Index (JII) ditutup pada posisi 574.
Meski sebagian besar bursa di kawasan regional melemah, IHSG dapat meneruskan kenaikannya seperti perdagangan kemarin. Kawasan Asia tercatat bursa di Indonesia dan India berhasil menguat, sedangkan bursa di Tokyo, Singapura, Malaysia, Hongkong, dan Cina mencatatkan penurunan.
“Kenaikan IHSG ini tidak terlepas dari sentimen positif yang ada di lantai bursa, dimana kurs rupiah berhasil menguat tipis terhadap USD. Pengumuman BI Rate yang tetap pada posisi 7,5 persen memberikan dampak yang positif bagi para investor. Kenaikan IHSG didorong oleh sektor keuangan, properti dan industri dasar,” ujarnya.
Sementara sektor yang mengalami pelemahan dipimpin oleh sektor Agri dan pertambangan. Sebanyak 164 saham di BEI tercatat mengalami penurunan, sebanyak 131 saham mengalami kenaikan, dan sebanyak 86 saham tercatat stagnan. Perdagangan di BEI berjalan moderat dengan total frekuensi terjadinya transaksi sebanyak 165.120 kali transaksi, dimana 164.721 kali transaksi di pasar reguler, 283 kali transaksi di pasar negosiasi, dan 116 kali transaksi di pasar tunai.
Dari total frekunsi transaksi, value perdagangan tercatat sebanyak Rp 4,15 triliun, meliputi transaksi yang terjadi di pasar reguler sebanyak Rp 3,26 triliun, pasar negosiasi sebanyak Rp 531 miliar dan pasar tunai tercatat sebanyak Rp 91,5 juta. Jumlah lot saham yang berpindah tangan sebanyak 30,7 juta lot saham.
Pembelian yang dilakukan investor asing cukup banyak, berdasarkan data total pembelian yang dilakukan oleh para investor asing tercatat sebanyak Rp 1,7 triliun dengan jumlah lot saham sebanyak 7,9 juta lot saham dan frekuensi transaksi sebanyak 48.310 kali. Sedangkan penjualan yang dilakukan para investor asing tercatat sebanyak Rp 1,63 triliun dengan jumlah lot saham sebanyak 5,2 juta lot dengan frekuensi transaksi sebanyak 54.030 kali. Sehingga tercatat net foreing buy investor asing tercatat sebanyak Rp. 131 miliar. (sgt)