Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Dewan Energi: Subsidi Harus Dicabut Perlahan

Hadi mengatakan kebijakan ini merupakan harga mati

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Dewan Energi: Subsidi Harus Dicabut Perlahan
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Petugas sedang mengisi Bahan Bakan Minyak (BBM) jenis Solar di SPBU Kedoya, Jakarta Barat, Senin (4/8/2014). Mulai hari ini, waktu penjualan solar bersubsidi di seluruh SPBU di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Bali akan dibatasi dimulai pukul 08.00-18.00 untuk cluster tertentu. Tidak hanya Solar di sektor transportasi, alokasi solar bersubsidi untuk Lembaga Penyalur Nelayan (SPBB/SPBN/SPDN/APMS) juga akan dipotong sebesar 20 persen dan penyalurannya mengutamakan kapal nelayan di bawah 30GT.Warta Kota/angga bhagya nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, Hadi Purnomo, mengatakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) harus dicabut oleh pemerintahan 2014 yang akan dipimpin oleh Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Dia mengatakan subsidi harus dicabut secara perlahan dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat untuk membeli BBM dengan harga keekonomisan.

"Dicabut perlahan misalkan setiap tiga bulan sekali, ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan hidup masyarakat," kata Hadi ketika ditemui di Kantor Bank Indonesia (BI), jakarta, Selasa (26/08/2014).

Hadi mengatakan kebijakan ini merupakan harga mati. Pemerintah bisa mengalihkan pencabutan subsidi ini dengan mengalihkannya ke biaya sosial seperti pembangunan sarana transportasi darat dan serta sejumlah fasilitas lainnya.

"Jadi intinya memberikan subsidi ke bidang lainnya yang berhubungan langsung dengan rakyat, jangan ke subsidi BBM yang tidak langsung dengan rakyat," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas