Tarif Taksi Kemungkinan Besar Turun Rp500 Hingga Rp1.000
Kemungkinan tarif taksi akan mengalami penurunan sekitar Rp500-1.000. Namun mereka masih menunggu dari keputusan Organda.
Editor: Rendy Sadikin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tarif taksi diperkirakan akan mengalami penurunan menyusul diturunkannya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar. Meskipun begitu, besar penurunannya belum dapat diputuskan.
Menurut Kepala Humas Blue Bird Grup Teguh Wijayanto, kemungkinan tarif taksi akan mengalami penurunan sekitar Rp500-1.000. Namun mereka masih menunggu dari keputusan Organda (Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan).
"Belum tahu persisnya berapa. Harga BBM kan hanya 20 persen dari total perhitungan tarif, harus diperhitungkan juga harga suku cadang dan harga beli unit," kata dia saat dihubungi, Sabtu (17/1/2015).
Namun, Teguh mengakui dengan turunnya harga BBM, harga suku cadang juga akan mengalami penurunan. Sehingga, penurunan tarif kemungkinan bisa cukup besar. Meskipun, ia mengaku menginginkan tarif taksi yang stabil.
Sebab, ia menilai, harga BBM akan terus mengalami fluktuasi dalam beberapa waktu ke depan.
"Kalau setiap harga BBM naik tarif juga ikut naik, begitu pula sebaliknya, tentu akan merepotkan baik dari perusahaan maupun penumpang. Maka sebaiknya dibuat stabil saja," ujarnya.
Sopir taksi Blue Bird, Rudi (40) mengaku tak keberatan dengan penurunan tarif taksi. Pria yang sudah 10 tahun menjadi sopir taksi itu berharap, dengan penurunan tarif, penumpang akan semakin banyak.
"Yang jelas selama ini dengan tarif baru penumpang banyak yang protes gara-gara harga bensin turun kok tarifnya enggak turun. Saya jawab, mau bagaimana lagi, kan sudah jadi keputusan Organda dan perusahaan," ujar dia.
Sementara itu, sopir taksi Express Wahid (36) mengatakan, bila tarif taksi turun, kemungkinan persaingan antarperusahaan taksi menjadi menurun.
Sebab, dengan kenaikan harga BBM premium dari Rp6.500 menjadi Rp8.500 Desember lalu, kebanyakan taksi menggunakan tarif bawah yaitu Rp7.500 per buka pintu.
"Kalau turun, misalnya jadi Rp6.500 untuk tarif bawah dan Rp7.500 untuk tarif atas, kemungkinan enggak semua taksi mau masang tarif bawah, enggak seperti sekarang," kata pria dua anak ini.(Unoviana Kartika)