Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Peluang Usaha; Nasabah Merangkap Agen Bank

Laku Pandai juga memungkinkan pemberian kredit kepada nasabah mikro dan penjualan produk keuangan lain

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Peluang Usaha; Nasabah Merangkap Agen Bank
Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiono
Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad mengatakan, ke empat bank tersebut merupakan dari 17 bank yang telah mengajukan Laku Pandai dan empat bank ini ditargetkan selama 2015 akan direkrut sekitar 128.039 agen 

Sementara agen BTPN Wow mendapatkan fee sebesar 4% dari setiap transaksi, misalnya tarik tunai. Namun, kata Direktur Kepatuhan BTPN, Anika Faisal, agar tidak memberatkan nasabah maka maksimal fee dibatasi Rp 7.500.

Pedagang yang menyambi sebagai agen BTPN Wow juga bisa memperluas usahanya. “Kalau orang beli pulsa di gerai pedagang yang juga agen BTPN, sisa uangnya bisa langsung ditabung,” kata Anika.

Mukhlis Jamaluddin juga mengaku tertarik menjadi agen Laku Pandai besutan Bank Mandiri lantaran fee yang ditawarkan. Pedagang sembako di Pasar Burung-Burung, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, ini mengantongi fee sebesar Rp 5.000 dari setiap orang yang mendaftar sebagai nasabah tabungan Bank Mandiri.

Meski begitu, bukan perkara mudah untuk meyakinkan pedagang lain dan pengunjung tokonya agar mau menjadi nasabah tabungan. Salah satu penyebabnya adalah nasabah tidak mendapatkan buku tabungan fisik yang lazim diberikan bank reguler dan transaksi dilakukan lewat ponsel.

Cara semacam ini masih asing di kalangan pedagang dan pengunjung Pasar Burung-burung. “Kalau pada ibu-ibu, harus berkali-kali meyakinkannya. Kalau untuk yang masih muda, lebih mudah,” kata Mukhlis.

Selain itu, pola bisnis ini mengandung risiko, terutama menyangkut aksi kejahatan. Si agen yang harus menghadapi risiko tersebut. Maklum, agen bakal memegang uang tunai ketika melayani transaksi pembelian pulsa listrik dan ponsel, transfer uang, dan setoran tabungan. Sementara bank tidak menghadapi risiko kehilangan uang lantaran transaksi keluar masuk uang akan didebit atau dikredit dari rekening milik si agen di bank tersebut.

Untuk menghadapi risiko itu, Sukarman punya cara sendiri. Jika transaksi pada hari itu ramai, ia akan segera menambah saldo rekeningnya dengan cara menyetor uang tunai hasil transaksi. Untungnya, kantor BRI hanya berjarak 2 kilometer–3 kilometer dari warungnya. Jadi, “Sehari saya bisa dua–tiga kali ke bank,” katanya. (Oginawa R Prayogo/ Syamsul Ashar/Tedy Gumilar)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas