Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Duh, Mahalnya Internet di Papua

Jaringan internet yang murah di kawasan timur Indonesia tersebut saat ini masih belum terealisasi.

Duh, Mahalnya Internet di Papua
Proses pemasangan kabel listrik bawah laut 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pembukaan jaringan broadband di Papua masih menjadi impian masyarakat di sana. Jaringan internet yang murah di kawasan timur Indonesia tersebut saat ini masih belum terealisasi.

Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) Samuel Abriyani Pengerapan internet di timur Indonesia masih sangat mahal karena belum masuknya backbone untuk menyediakan internet murah.

"Internet di Papua dan Maluku masih tergolong mahal. Bila dibandingkan dengan kawasan barat di mana dengan Rp 300.000 sudah dapat internet yang sangat lancar, di Papua untuk mendapatkan layanan yang sama harus membayar Rp 6-7 juta," kata Samuel saat diskusi bertema Indonesia Timur Lebih Membutuhkan Broadband.

Beda dengan di wilayah barat Indonesia yang telah menggunakan sambungan backbone kabel laut sehingga internet bisa dilakukan dengan murah. di wilayah timur Indonesia masih menggunakan satelit yang notabene masih mahal.

Padahal, jelasnya, berdasarkan survei APJII yang dikelola oleh Puskakom UI, jumlah pengguna internet di INdonesia timur berkembang pesat. Meski jumlahnya lebih sedikit dibanding yang di bagian barat Indonesia, secara presentasi terhadap jumlah penduduk, penetrasi internet di timur Indonesia sangat besar.

Contohnya penetrasi internet di Sulawesi telah mencapai 39 persen dari warganya, sedangkan Maluku, Papua dan Nusa Tenggara mencapai 35 persen. Di Pulau Jawa sendiri mencapai 35 persen, sedangkan di Sumatera 34 persen dan Kalimantan 28 persen.

Samuel berharap pemerintah segera memperhatikan daerah tersebut yaitu dengan memberikan infrastruktur yang cukup sehingga internet bisa murah. "Kalau internet murah di sana, diharapkan pembangunan juga bisa terpacu karena komunikasi akan semakin mudah," ujarnya.

Menurut Samuel, pemerintah semestinya memberikan insentif bagi operator telekomunikasi memberikan layanan internet di sana sehingga harganya bisa turun.

Ikuti kami di
Penulis: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas