KADIN Minta Budidaya Terumbu Karang Jadi Prioritas Nasional
Langkah ini dinilai guna menyelamatkan habitat perikanan sebagai salah satu pendukung utama sektor kelautan dan perikanan
Penulis:
Edwin Firdaus
Karena itu, lanjutnya, pihak berharap dapat menjadikan pembersihan Terumbu Karang sebagai gerakan nasional pembersihan Terumbu Karang yang melibatkan semua pihak terkait.
Kedua, KADIN Kelautan dan Perikanan mendorong pemerintah untuk melakukan zonasi bagi sektor Kelautan dan Perikanan. Tujuannya, agar tercipta sistem yang optimal bagi keberlangsungan dan perkembangan ikan dan seluruh habitat laut lainnya.
"Potensi zonasi ini sangat besar. Sebagai contoh, income great Barrier Reef dari Australia mencapai Rp 57 triliun per tahun, dan mampu menciptakan 68 ribu lapangan kerja. Tentu saja peluang dan potensi Indonesia lebih besar lagi," ujarnya.
Ketiga, KADIN Kelautan dan Perikanan akan menghimbau seluruh pelaku usaha sektor tersebut di daerah, untuk mengalokasikan dana corporate social responsibility (CSR) masing-masing dalam mendukung gerakan budidaya dan konservasi Terumbu Karang.
"Dengan demikian, tercipta sustainability sektor Kelautan dan Perikanan untuk masa depan dan untuk Indonesia yang lebih baik. Intinya, KADIN Kelautan dan Perikanan mendesak pemerintah menjadi budidaya dan konservasi terumbu karang menjadi prioritas nasional," imbuh Yugi.
Baca tanpa iklan