Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pemerintah Dinilai Gagal Jaga Daya Beli Masyarakat

Indikator kesejahteraan yang hingga saat ini masih ‘disembunyikan’ oleh Badan Pusat Statistik (BPS), diperkirakan memburuk.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Pemerintah Dinilai Gagal Jaga Daya Beli Masyarakat
TRIBUN/GANI KURNIAWAN
Diki (42) menimbang ikan mas di samping jongko pedagang daging ayam yang kosong tidak berjualan di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Jumat (21/8/2015). Akibat aksi mogok pedagang daging ayam, Diki mengaku pembeli ikan mas meningkat dibanding hari biasanya. Dari biasa terjual 60-70 kg per hari menjadi 80 kg. Harga ikan mas di pasar tersebut masih relatif stabil dikisaran 25 ribu per kg untuk ikan mas Cinajur dan Rp 30 ribu per kg ikan mas Subang. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indikator kesejahteraan yang hingga saat ini masih ‘disembunyikan’ oleh Badan Pusat Statistik (BPS), diperkirakan memburuk.

Indikator tersebut meliputi tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, dan indeks rasio gini ditengarai terjadi akibat empat faktor.

Ekonom senior INDEF, Fadhil Hasan menuturkan, salah satu faktor yang menyebabkan memburuknya indikator kesejahteraan yaitu gagalnya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.

“Pemerintah gagal dalam menjaga daya beli masyarakat setelah kenaikan bahan bakar minyak (BBM), kenaikan harga gas, kenaikan harga bahan pokok,” kata dia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (24/8/2015).

Akibat daya beli yang menurun, konsumsi rumah tangga terus mengalami pelemahan yang pada triwulan I-2015 hanya tumbuh sebesar 5,1 persen, dan triwulan I-2015 menurun lagi menjadi 4,9 persen. Padahal konsumsi rumah tangga ini merupakan kontribusi terbesar pembentuk produk domestik bruto.

Selain itu, faktor lain yang menyebabkan kesejahteraan turun adalah program bantuan sosial yang tidak efektif. “Pemerintah bukannya melakukan perlindungan sosial, justru menghilangkan atau menunda program sosial, misalnya raskin,” lanjut Fadhil.

Inflasi pada kelompok bahan makanan yang secara year to year atau tahunan tercatat 8,28 persen juga menjadi salah satu faktor penyebab memburuknya kesejahteraan masyarakat. Selama Januari-Juli 2015 memang inflasi month to month baru mencapai 1,9 persen.(Estu Suryowati)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas