Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

BI Harus Berdarah-darah Pertahankan Nilai Tukar Rupiah

Drajad Wibowo membandingkan kinerja Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo tidak sehebat Darmin Nasution.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in BI Harus Berdarah-darah Pertahankan Nilai Tukar Rupiah
ISTIMEWA
Dradjad Wibowo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Sustainalble Development Indonesia Drajad Wibowo membandingkan kinerja Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo tidak sehebat Darmin Nasution.

Drajad memaparkan saat krisis 2008 terjadi, Darmin memperkuat nilai tukar rupiah dengan segala instrumen yang dimiliki Bank Indonesia (BI).

"Pada zaman pak Darmin, BI mati-matian mempertahankan rupiah," ujar Drajad di diskusi polemik, di Jakarta, Sabtu (29/8/2015).

Drajad menceritakan saat Darmin masih menjadi Gubernur Bank Indonesia, BI hampir di rekapitalisasi oleh DPR. Pasalnya saat krisis di 2008, porsi anggaran BI hampir habis demi memperkuat nilai tukar rupiah.

"BI rugi, sampai dia menggerogoti anggaran sendiri, sampai ada isu di DPR mau rekapitalisasi BI," kata Drajad.

Drajad menambahkan, kinerja BI tidak bisa dilakukan sendirian. Pasalnya pihak pemerintah juga harus ikut membantu dalam memberikan regulasi dan stimulus memperkuat pertumbuhan ekonomi secara makro ditengah melemahnya kondisi perekonomian global.

"Mengandalkan BI untuk rupiah, seperti mimpi di siang bolong," kata Drajad.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas