Jumlah Pelaut RI Masih Kalah oleh Filipina
Kementerian Perhubungan mengakui masih kekurangan pelaut apabila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN.
Editor: Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Perhubungan mengakui masih kekurangan pelaut apabila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN.
Kepala BPSDM Kemenhub Wahju Satrio Utomo mencontohkan, Filipina saja sudah mampu mencetak dua juta pelaut. Sedangkan Indonesia baru 570.000 pelaut.
"Padahal jika dilihat luas wilayah lautnya sangatlah jauh, Indonesia jauh lebih luas dibandingkan Filiphina," ujarnya, Senin (12/10).
Wahju menambahkan, pelaut Indonesia yang bekerja di kapal asing pun hanya mencapai 378.000 pelaut, sedangkan Filiphina lebih dari 400.000 pelaut.
Dia mengatakan kendala utama masih kurangnya pelaut Indonesia dikarenakan kekurangan sekolah pelaut. Saat ini sekolah pelaut hanya mampu mencetak 7.000 lulusan per tahun.
"Untuk itu kita akan mengupayakan menambah sekolah pelayaran dan meningkatkan kualitas sekolah," katanya.
Wahju menyebutkan saat ini terdapat 10 sekolah pelaut di Indonesia dan akan ditambah di daerah Minahasa Selatan, Padang Pariaman, Maluku dan Nusa Tenggara Timur.
Dia menambahkan kebutuhan pelaut dalam negeri di tahun ini sebanyak 16.000 pelaut, dan untuk luar negeri 88.552 pelaut. Sementara pada 2019 kebutuhan pelaut dalam negeri adalah sebanyak 64.897 pelaut dan luar negeri 93.478 pelaut.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.