Alasan KCJ Pilih Kereta Bekas dari Jepang
PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) terus memburu kereta yang sebenarnya masih digunakan di Jepang
Editor:
Sanusi
Selain itu, pada 2013, pemerintah memerintahkan PT KCJ memobilisasi penumpang di wilayah Jabodetabek dengan target 1,2 juta pada 2019.
Dengan target tersebut, dibutuhkan pengadaan kereta secara cepat. Sementara jika beli baru, membutuhkan waktu dan PT INKA tidak sanggup mengadakannya.
"Maka diputuskanlah membeli bekas," ujar Agung.
Untuk mencapai 1,2 juta penumpang per hari itu, PT KCJ masih membutuhkan sekitar 300 kereta lagi. Masalahnya, persediaan di Jepang terbatas.
Berdasarkan masukan konsultan dari ITB, setiap tahunnya dibutuhkan 160 kereta. Namun, ketersediaan di Jepang hanya 60 kereta.
"Pihak JR East tahun ini terakhir mampu menyediakan kereta. Mereka tidak ada jadwal pergantian lagi. Tahun depan kami mengambil dari Tokyo Metro 60, tahun depannya lagi 60," kata Agung.
Ternyata mencari kereta second pun tak semudah yang dibayangkan...
Baca tanpa iklan