Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pembantu Presiden Jangan Berpolemik Soal Blok Masela

Jokowi) belum memutuskan secara resmi apakah Blok Masela akan dibangun di laut(offshore) atau di darat (onshore).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rachmat Hidayat
zoom-in Pembantu Presiden Jangan Berpolemik Soal Blok Masela
ISTIMEWA
Politikus PDI Perjuangan Falah Amru 

 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Anggota Fraksi PDIP Nasyirul Falah Amru memastikan, sampai saat ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum memutuskan secara resmi apakah Blok Masela akan dibangun di laut(offshore) atau di darat (onshore).

"Blok Masela sampai sekarang pernyataan resmi Presiden belum diputuskan baik onshore atau offshore, dalam bentuk kajian. Seharusnya, para pembantu Presiden jangan berpolemik. Tak mendahului juga, itu bisa menggangu investasi," kata Falah, Rabu (24/2/2016).

Anggota Komisi VII DPR ini menegaskan, sangat tidak etis bila pembantu Presiden mendahului apalagi Presiden belum memutuskan sikapnya secara resmi.

"Harusnya unggah ungguhnya (etika) dipakai. Kalau mendahului kehendak Presiden, ungah ungguhnya tak dipakai, Presiden belum dawuh kok sudah komentar," Falah mengingatkan.

Falah menegaskan kembali, Presiden Jokowi sampai saat ini belum memberikan sikap resmi soal Blok Masela. Pemerintah, katanya, sedang mengkaji lebih lanjut apakah Blok Masela akan dibangun di darat atau di laut.

Hingga saat ini, Presiden Jokowi dipastikan masih mengkaji seluruh aspek, mengingat besarnya skala dan kompleksitas proyek tersebut. "Keputusan harus dibuat dengan sangat berhati hati," kata Johan Budi SP, Juru Bicara Presiden, dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (23/2/2016).

Dia menambahkan, presiden mempertimbangkan tidak hanya aspek komersial. Tetapi juga teknis, sosial, kultur, ekonomi, hingga pengembangan kawasan setempat.

Rekomendasi Untuk Anda

"Keputusan itu diambil setelah dilakukan pembahasan secara menyeluruh dan hati-hati dengan memperhatikan masukan dari banyak pihak," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas