Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sambut MEA, Perempuan Indonesia Harus Perkuat Produk Lokal

Peran kaum perempuan dalam menghadapi MEA adalah menanamkan rasa cinta tanah air kepada anak-anak.

Sambut MEA, Perempuan Indonesia Harus Perkuat Produk Lokal
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Hanifah Mursyidan Baldan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Ikatan Istri Karyawan dan Karyawati (Ikawati) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Hanifah Mursyidan Baldan, mendorong kaum perempuan untuk memperkuat dan mengembangkan produk-produk lokal dalam menghadapi era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).

Dengan demikian, selain dapat bersaing dengan produk luar, kaum perempuan juga dapat mengambil peran dalam membangun perekonomian Indonesia.

"Masuknya MEA tidak bisa kita bendung. Tapi kalau ada semangat nasionalisme dan cinta tanah air, cinta terhadap Indonesia, kita bisa bersaing dengan sehat," kata Hanifah Mursyidaan Baldan, saat acara peringatan Hari Kartini, di Jakarta, Senin (18/4/2016).

Dalam memperingati Hari Kartini, Ikawati Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN menyelenggarakan lomba memasak masakan tradisional dan lomba peragaan busana daerah.

Adapun tujuan dari pelaksanaan lomba tersebut untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dan produk-produk lokal.

"Semangatnya adalah untuk cinta produk Indonesia," katanya.

Menurutnya, Indonesia memiliki banyak peluang untuk dapat menciptakan produk-produk yang bisa bersaing secara kualitas dengan produk luar negeri, dengan mengedepankan kekayaan dan kearifan lokal. Pasalnya, keberagaman budaya menjadi nilai jual yang tinggi.

"Misalnya masakan tradisional seperti rendang sudah dikenal di kancah internasional. Kita harap ada kreasi-kreasi lain yang diciptakan oleh kaum perempuan dengan menggali potensi lokal," katanya.

Selain itu, Hanifah mengatakan, pihaknya juga mencoba mengambil peran untuk dapat mengenalkan produk lokal ke kancah dunia.

"Kami juga tadi mengajak ibu-ibu dari kedutaan besar. Jadi hasil kreasi itu bisa disosialisasikan," katanya.

Dirinya berharap, peran kaum perempuan dalam menghadapi MEA adalah menanamkan rasa cinta tanah air kepada anak-anak.

"Para kartini-kartini muda harus mengajarkan anak-anaknya cinta tanah air. Konsetrasi kami adalah bagaimana membesarkan anak-anak dengan cara yang baik untuk menumbuhkan anak-anak cerdas, berbudi luhur, dan cinta tanah air," kata Hanifah.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas