Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Beban Industri Rokok yang Semakin Berat

Pemerintah kembali berencana untuk menaikkan target penerimaan cukai

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Beban Industri Rokok yang Semakin Berat
ist
ilustrasi 

"Walaupun katanya kenaikan target tidak akan mengubah tarif cukai tahun ini, target ini tentu akan jadi acuan kebijakan tahun depan. Jangan cuma melihat tahun ini saja, tapi perlu dipikirkan secara matang keberlanjutan kebijakan cukai ke depannya," jelas Hasan.

Pembahasan RAPBNP 2016 akan berlangsung di Badan Anggaran DPR RI. Meskipun Nota Keuangan RAPBNP 2016 sudah keluar, belum ada jadwal pasti kapan DPR dan Pemerintah akan membahas hal ini.

Mengenai usulan pemerintah tentang kenaikan target penerimaan cukai rokok di RAPBNP 2016, Anggota Komisi XI DPR RI Willgo Zainar mengatakan, target penerimaan mengalami Shortfall maka pemerintah mencoba mencari solusi tercepat sebagai bantal fiscal 2016 lewat beberapa program, salah satunya Tax Amnesty yang salah satunya di bahas bersama di DPR saat ini.

"Tujuannya diharapkan Rp 165 triliun masuk ke pendapatan negara. Selain itu juga rencana menaikkan cukai rokok Rp 1,9 triliun," katanya.

Wilgo menambahkan, dari sisi pendapatan negara tentu sah-sah saja bagi negara untuk menjaring pajak dan cukai sebanyak banyak dari WP perusahaan maupun perorangan.

Namun begitu, untuk rencana kenaikan cukai rokok sekitar Rp 1,9 triliun ini perlu dikaji lebih komprehensif. Apakah akan berdampak pada tenaga kerja, pertumbuhan, dan cukai itu sendiri. Karena filosofi cukai adalah pembatasan bukan pendapatan.

"Saya kira hal tersebut perlu menjadi bahan pertimbangan, agar jangan sampai kebijakan di bidang perpajakan dan cukai ini menjadi crowding out pada perekonomian kita yang masih dalam kondisi belum baik dan stabil," tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas