Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

PT Pos Hindari Jalur di Bandara Sibuk

"Sekarang kita cari alternatif penerbangan langsung seperti dari Palembang ke Yogyakarta."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in PT Pos Hindari Jalur di Bandara Sibuk
KOMPAS IMAGES

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Ada yang berbeda pada bisnis pengiriman barang PT Pos Indonesia (Persero) selama momen Ramadan kali ini.

PT Pos memilih tak memanfaatkan jalur udara via Bandara Soekarno-Hatta, Banten dan Bandara Juanda, Surabaya.

Pengalaman PT Pos, kedua bandara tadi sangat sibuk, bahkan pada momen tahun baru 2016 sekalipun. Walhasil trafik pengiriman barang mereka malah bisa terganggu.

Mulai Ramadan kali ini PT Pos menempuh pengiriman langsung tanpa singgah di dua bandara tadi.

"Sekarang kita cari alternatif penerbangan langsung seperti dari Palembang ke Yogyakarta," ujar Gilarsi Wahyu Setijono, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Selasa (14/6/2016).

Dalam catatan KONTAN, bulan lalu PT Pos bekerjasama dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. 

Garuda Indonesia akan melayani pengiriman kargo dengan kategori "Dangerous Goods" dan "Valuable Goods" pada barang kiriman milik PT Pos.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain mengatur jalur pengiriman, PT Pos memaksimalkan peran para agen pos.

Perusahaan itu telah menambah sekitar 1.000 kurir pengiriman sehinga kini total kurir pengiriman mencapai 3.500.

Keberadaan agen pos tersebut sekaligus menjawab kendala kantor pos yang tak bisa beroperasi penuh. Sebab, agen pos bisa beroperasi selama 24 jam.

Aneka persiapan tadi demi melayani lonjakan pengiriman barang selama momen Ramadan.

PT Pos memperkirakan, aktivitas pengiriman akan melonjak hingga 30% lebih, ketimbang hari biasa.

Meski memperkirakan lonjakan trafik pengiriman, PT Pos tak menjadikan momen Ramadan sebagai ajang mengalap berkah.

Dengan alasan sedang memulai sistem baru, termasuk mengatur jalur pengiriman udara yang berbeda tadi, mereka menjadikan Ramadan kali sebagai periode uji coba sistem.

"Untuk menguji bagaimana kemampuan mengatasi tambahan volume," kata Gilarsi.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas