Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kemenperin Gelar Pameran Produk Indonesia 2016 di Surabaya

Kementerian Perindustrian terus gencar melakukan promosi produk-produk unggulan industri dalam negeri yang bernilai tambah

Kemenperin Gelar Pameran Produk Indonesia 2016 di Surabaya
dok Kemenperin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus gencar melakukan promosi produk-produk unggulan industri dalam negeri yang bernilai tambah dan berdaya saing tinggi, baik melalui penyelenggaraan maupun keikutsertaan pameran tingkat nasional dan internasional.

Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan Kemenperin setiap tahun, yakni menggelar Pameran Produk Indonesia (PPI).

“Tujuan pelaksanaan PPI adalah untuk meningkatkan kebanggaan serta kecintaan instansi pemerintah, kementerian dan lembaga, BUMN dan BUMD, serta masyarakat terhadap penggunaan produk dalam negeri, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan industri nasional,” kata Sekjen Kemenperin Syarif Hidayat di Jakarta, Rabu (19/10).

Syarif menyampaikan, PPI 2016 berlangsung selama lima hari, tanggal 20-23 Oktober 2016 di Grand City Convention and Exhibition Hall, Surabaya, Jawa Timur.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Biro Hubungan Masyarakat Kemenperin ini dibuka untuk umum, pukul 10.00-21.00 WIB.

“Kota Surabaya dipilih sebagai tempat pameran karena merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Selain itu, Surabaya juga dikenal sebagai kota bisnis, di mana industri kecil, menengah dan besar tumbuh dan berkembang cukup pesat di kota ini,” papar Syarif.

Di samping itu, lokasinya cukup strategis karena mudah dijangkau dari berbagai daerah.

PPI 2016 memilih tema “Bangga Menggunakan Produk Indonesia. Industri Indonesia, Industri Hebat” dengan mengusung konsep tematik, yang memadukan unsur promosi, informasi, edukasi, dan bisnis.

“Tahun ini, kami fokus menampilkan keunggulan produk dari industri alat dan mesin pertanian serta alat kesehatan dan laboratorium yang telah berdaya saing di pasar domestik dan ekspor,” tutur Syarif.

Menurutnya, pemilihan kedua industri tersebut karena potensi belanja pemerintah untuk produk-produknya masih cukup besar. Sementara itu, kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan dan produk pertanian dalam menuju swasembada pangan semakin meningkat.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas