Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

2 Tahun Jokowi-JK, Industri Non Migas Tumbuh 4,61 Persen

Airlangga Hartanto mengungkapkan industri pengolahan non migas mengalami pertumbuhan sebesar 4,61 persen pada triwulan II tahun 2016.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in 2 Tahun Jokowi-JK, Industri Non Migas Tumbuh 4,61 Persen
dok Kemenperin
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saat memaparkan kinerja 2 tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengungkapkan industri pengolahan non migas alami pertumbuhan.

Berdasarkan data yang dipaparkan, Airlangga Hartanto mengungkapkan industri pengolahan non migas mengalami pertumbuhan sebesar 4,61 persen pada triwulan II tahun 2016.

"Ini lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sekitar 4,47 persen," ujar Airlangga Hartanto pada acara yang digelar di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/10/2016).

Airlangga Hartanto mengungkapkan, nilai tambah bruto yang dibukukan industri pengolahan non migas pada triwulan II-2016 sebesar Rp 565,90 triliun atau 18,33 persen dari Pendapatan Domestik Bruto.

Jika digabung dengan triwulan sebelumnya, Airlangga Hartanto menjelaskan nilai tambah bruto Industri Pengolahan Non Migas selama Januari hingga Juni 2016 mencapai Rp 1.108,81 triliun atau lebih tinggi dibandingkan Januari hingga Juni 2015 sebesar Rp 919,95 triliun.

"Hal ini kembali mengukuhkan sektor Industri Pengolahan Non Migas sebagai penyumbang nilai tambah terbesar terhadap PDB," kata Airlangga Hartanto.

Selain itu, Airlangga Hartanto mengatakan tiga sub sektor penyumbang nilai tambah bruto terbesar pada triwulan II-2016 adalah Industri Makanan dan Minuman sebesar Rp 188,23 triliun atau 6,10 persen terhadap PDB, Industri Alat Angkutan sebesar Rp 59,38 triliun atau 1,92 persen terhadap PDB, dan Industri Barang Logam, Komputer, Barang Elektronik, Optik, dan Peralatan Listrik sebesar Rp 59,36 triliun atau 1,92 persen terhadap PDB.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas