Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Jack Ma Pendiri Alibaba, Presiden Jokowi yang Temui, Malaysia yang Bekerjasama

Orang yang masuk jajaran terkaya di Asia versi Forbes dan Bloomberg itu sudah terlebih dahulu 'dibajak' Pemerintah Malaysia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Robertus Rimawan
zoom-in Jack Ma Pendiri Alibaba, Presiden Jokowi yang Temui, Malaysia yang Bekerjasama
China Xinhua News
Presiden Jokowi bersama CEO Alibaba, Jack Ma di kantor Alibaba di China, Jumat (2/9/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pendiri perusahaan Alibaba Group, Jack Ma, gagal menjadi penasihat resmi Pemerintah Indonesia dalam pengembangan program perdagangan digital (electronic commerce) di Tanah Air.

Orang yang masuk jajaran terkaya di Asia versi Forbes dan Bloomberg itu sudah terlebih dahulu 'dibajak' Pemerintah Malaysia untuk mengembangkan e-commerce di negeri jiran tersebut.

Informasi tersebut juga sudah diterima Pemerintah Indonesia.

Padahal masih ingatkah, beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo menemui langsung Jack Ma.

Presiden Jokowi berkunjung ke kantor pusat Alibaba Group di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China, yang merupakan salah satu perusahaan layanan e-commerce terbesar di dunia.

Presiden yang didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi beserta beberapa menteri langsung disambut pendiri perusahaan Alibaba Group, Jack Ma, Jumat (2/9/2016) lalu.

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara pada saat itu mengatakan, kunjungan Presiden ini merupakan upaya memperluas kerja sama untuk memasarkan produk-produk Indonesia, terutama produk dari UMKM, ke pasar China dan global.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun kunjungan Presiden Jokowi langsung tak membuat Jack Ma langsung bersedia untuk menjadi penasihat resmi pemerintah RI.

"Kita sudah ribut-ribut sih, akhirnya kalah kan sama Malaysia. Mereka duluan. Sudah ada foto Jack Ma salaman dengan PM Malaysia," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Rudiantara menyayangkan hal itu. Terlebih lagi, Pemerintah Indonesia mengeluarkan paket kebijakan ekonomi ke-14, Kamis ini.

Paket kebijakan itu tentang peta jalan bisnis e-commerce di Tanah Air.

Paket kebijakan itu salah satunya mengatur masa transisi penyempurnaan perangkat hukum terkait e-commerce.

Seharusnya, Jack Ma-lah yang menjadi penasihat selama masa itu.

Meski demikian, Pemerintah Indonesia tidak patah arang.

Rencananya, tim yang akan mengawal masa transisi itu akan tetap menjalin komunikasi dengan Jack Ma terkait apa yang harus dilakukan untuk mendorong percepatan suksesnya e-commerce di Indonesia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas