Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Asing Lakukan Net Buying, HSG Pagi Ini Dibuka Naik

Dari perspektif tenikal, Valbury memperkirakan, IHSG hari ini bergerak di rentang 5.231- 5.268.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Asing Lakukan Net Buying, HSG Pagi Ini Dibuka Naik
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pengunjung mendapat penjelasan tentang investasi di salah satu stan perusahaan sekuritas pada Indonesia Investment Festival (Investival) 2016 yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia di Trans Studio Mall, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Minggu (30/10/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dijalur hijau di tengah bayang-bayang sentimen pasar pasca pelantikan Presiden Donald Trump, Selasa (24/1/2017).

Mengacu data RTI, indeks dibuka naik 0,47% ke level 5.276,36 pukul 09.06 WIB.

Tercatat 123 saham bergerak naik, 31 saham bergerak turun, dan 90 saham stagnan. Volume di awal perdagangan sekitar 1,01 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp 301,1 miliar.

Seluruh indeks sektoral menopang penguatan IHSG. Sektor infrastruktur memimpin penguatan 10 indeks lainnya sebesar 0,82%. Diikuti keuangan naik 0,60% dan pertambangan naik 0,54%.

Langkah investor asing yang mulai masuk ke pasar domestik turut menopang IHSG. Pagi ini, net buy asing di pasar reguler sekitar Rp 5,403 miliar dan Rp 5,400 miliar keseluruhan market.

Meski demikian, ketidakpastian dari Amerika Serikat (AS) pasca pelantikan Presiden Donald Trump akhir pekan lalu masih menjadi hambatan bagi laju pasar saham global, terutama Asia.

Valbury Asia Securities memproyeksikan, sentimen pasar Asia dapat mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diperkirakan cenderung melemah.

Rekomendasi Untuk Anda

Dari perspektif tenikal, Valbury memperkirakan, IHSG hari ini bergerak di rentang 5.231- 5.268.

Pagi ini, Bursa saham Jepang jatuh untuk hari kedua setelah yen menyentuh level tertinggi sejak November, Selasa (24/1). Dipicu rencana Presiden Donald Trump yang mengkaji kembali hubungan kemitraan perdagangan Amerika.

Mengutip Bloomberg, indeks Topix turun 0,4 % pada pukul 09:46 waktu Tokyo. Kemudian, indeks Nikkei 225 turun 0,4 %.

“Melepaskan diri dari perjanjian perdagangan bebas dan memaksakan pajak perbatasan dilihat oleh pasar sebagai negatif untuk dollar,” kata Ric Spooner, analis CMC Markets Asia Ltd.

Di sisi lain, pagi ini indeks S & P / ASX 200 Australia naik 0,5 %, setelah dua hari turun, sementara saham Selandia Baru mundur 0,2 % dan Kospi Korea Selatan turun 0,1 %.

Reporter: Herry Prasetyo, Yudho Winarto

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas