Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Antisipasi Risiko Kebakaran, Pertamina Retail Gelar Simulasi PKD di SPBU Langsep Malang

Pertamina Retail gelar simulasi tanggap darurat di SPBU Malang, Jawa Timur untuk memperkuat HSSE dan budaya keselamatan kerja berkelanjutan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Sanusi
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Antisipasi Risiko Kebakaran, Pertamina Retail Gelar Simulasi PKD di SPBU Langsep Malang
Tribunnews.com/dok.
SIMULASI KEBAKARAN SPBU - Pertamina Retail gelar simulasi tanggap darurat di SPBU Malang, Jawa Timur untuk memperkuat HSSE dan budaya keselamatan kerja berkelanjutan. 
Ringkasan Berita:
  • Pertamina Retail menggelar simulasi penanggulangan keadaan darurat untuk memperkuat aspek HSSE dan kesiapsiagaan pekerja menghadapi potensi insiden di SPBU COCO Langsep Malang.
  • Kegiatan ini melibatkan aparat setempat serta menjadi komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan kerja berkelanjutan,

TRIBUNNEWS.COM, MALANG  – PT Pertamina Retail (Pertare) menggelar simulasi penanggulangan keadaan darurat (PKD) di SPBU di Langsep Malang, Jawa Timur.

Hal itu dilakukan sebagai upaya penguatan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di lingkungan operasional SPBU.

Kegiatan ini melibatkan seluruh pekerja SPBU dan bekerja sama dengan Polsek Klojen Kota Malang, Koramil 0833/01 Klojen Kota Malang, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kota Malang.

Dalam simulasi tersebut, diperagakan skenario kebakaran di salah satu area SPBU yang menyebabkan seorang kepala shift mengalami luka bakar dan api kemudian meluas ke area dispenser. Melalui skenario ini, para pekerja diuji dalam menjalankan prosedur tanggap darurat mulai dari koordinasi internal, komunikasi antar tim, penanganan korban, hingga penyampaian informasi kepada pihak terkait.

Manager HSSE Pertare Ruli Handoko, mengatakan simulasi penanggulangan keadaan darurat merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan perusahaan guna memastikan kesiapan personel dan keandalan sistem tanggap darurat di area operasional.

“Operasional SPBU memiliki berbagai potensi bahaya seperti kebakaran, tumpahan BBM, ledakan, hingga risiko cedera terhadap pekerja saat menjalankan aktivitas di lapangan."

"Melalui pelaksanaan simulasi ini, kami ingin memastikan kesiapan personel, efektivitas prosedur, serta koordinasi antar tim dalam menghadapi situasi darurat sehingga risiko dan potensi kerugian dapat diminimalkan apabila insiden nyata terjadi,” ujar Ruli, Senin (25/5/2026).

Baca juga: Penghematan BBM, Thailand Wacanakan SPBU Wajib Tutup setelah Jam 10 Malam

Rekomendasi Untuk Anda

Pelaksanaan simulasi dimulai dengan penentuan alur kejadian dan pembagian tugas kepada personel sesuai fungsi dalam Struktur Organisasi Keadaan Darurat. 

Selanjutnya dilakukan pelaksanaan skenario untuk menguji respons tim melalui proses koordinasi, komunikasi, penanganan situasi, hingga penyampaian informasi kepada pihak internal maupun eksternal. Setelah rangkaian simulasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi bersama sebagai bahan perbaikan dan peningkatan kesiapsiagaan.

Manager Region VI (Jatimbalinus) Pertare Aditya Hendrawan, mengatakan simulasi PKD rutin dilaksanakan untuk memastikan seluruh pekerja mampu merespons kondisi darurat dengan cepat dan tepat.

Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan, Mobil Mewah Masih Isi Pertamax Turbo di SPBU Kemang

“Melalui simulasi ini, kami harap seluruh pekerja SPBU dapat merefresh lagi pengetahuan dan pemahaman mengenai penanganan simulasi darurat, serta menjadi lebih sekaligus meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan kekompakan antar tim agar proses penanganan dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan efektif saat menghadapi situasi darurat di area operasional,” ujarnya.
 

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas