Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Mau Mulai Bisnis Katering Harian, Ini Jurusnya

Meski baru setahun beroperasi, saban hari pesanan yang masuk ke Kulina, yang mengklaim sebagai aplikasi katering online pertama

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Mau Mulai Bisnis Katering Harian, Ini Jurusnya
TRIBUN/ADI SUHENDI
ilustrasi 

“Untuk itu, mesti selalu terbuka meminta saran siapa saja termasuk pegawai sendiri. Selalu belajar dari kesalahan dan terus maju memperbaiki katering ini agar bisa lebih baik lagi,” tutur Kartika.

Anda tertarik nyemplung di bisnis katering harian?

Modal awal

Dalam memulai bisnis katering harian, pertama-tama Kartika memantapkan niat dulu lalu mempelajari tentang usaha ini sebanyak mungkin. Menimba ilmunya bisa dari pelaku usaha yang sudah berpengalaman berbisnis katering harian maupun dengan ikut pelatihan.

Selanjutnya, Kartika memulai bisnis katering harian bermodalkan dapur milik orangtua, lalu bahan baku, boks makanan, dan stiker yang didesain sendiri dalam jumlah kecil. "Bertahap, perlahan-lahan saja. Dan sekarang, akhirnya saya bisa punya dapur khusus dan peralatan yang cukup," katanya.

Modal yang Kartika keluarkan pertama kali tidak banyak, hanya Rp 500.000. Sebab, ya itu tadi, di awal memulai usaha ini, ia meminjam dapur sekaligus peralatan masak orangtuanya.

Modal awal setengah juta rupiah itu dia gunakan untuk membuat desain boks dan stiker. Lalu, untuk membeli peralatan nasi boks, seperti sendok, mika, dan tisu. Tentu, untuk membeli bahan mentah juga.

Rekomendasi Untuk Anda

Kartika memulai bisnis katering harian tahun 2013. “Klien pertama saya adalah saudara sendiri yang memesan nasi boks untuk acara keluarga di rumahnya,” kenangnya.

Sedangkan Ina lupa besaran modal awal merintis bisnis katering hariannya pada 1998 silam. Yang jelas, sebagian modal untuk membeli peralatan memasak maupun peralatan makan.

Kemudian, untuk membeli bahan baku awal dan boks makanan. "Sebelumnya saya berkenalan dengan pensiunan koki hotel, dari situ saya lalu membuka katering," ujar Ina yang mendapatkan pesanan pertama kali sebanyak 50 porsi untuk sebuah acara di gereja.

Menu

Katering harian identik dengan pengaturan menu agar pelanggan tidak bosan. Tapi, Ina bilang, sebetulnya tidak ada strategi khusus untuk menyiapkan menu.

“Hanya, saya menyamakan menu jika dalam satu hari melayani enam kantor. Itu akan lebih menghemat waktu dalam proses memasak dan pengaturan menu serta pembelian bahan,” ucapnya.

Segendang sepenarian, strategi Kartika dalam membuat menu yang efisien adalah, sebisa mungkin menyamakan menu untuk beberapa konsumen yang berbeda.

Dengan begitu, karyawannya yang berjumlah empat orang bisa memasak sekaligus. Selain menghemat waktu, langkah tersebut juga untuk mengurangi biaya produksi.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas