Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Lonjakan Harga Cabai Diprediksi baru Stabil Pada akhir Februari

lonjakan harga cabai di prediksi baru akan stabil pada akhir Februari hingga Maret mendatang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Lonjakan Harga Cabai Diprediksi baru Stabil Pada akhir Februari
Capture Youtube
Harga cabai yang kian tinggi membuat pedagang terpaksa menjual cabai kualitas rendah. Meski begitu cabai tidak segar ini tetap dijual dengan harga tinggi yakni Rp. 110 ribu per kilogram. 

Dirinya mengakui, selain faktor alam, komoditas cabai rawit merah yang ditanam oleh petani di wilayah Jawa Tengah harus melawati sembilan mata rantai distribusi hingga sampai ke tangan konsumen.

"Dari tangan petani sampai ke konsumen bisa sembilan, itu harus dipangkas," paparnya.

Petani sebagai motor produksi pangan dinilai belum mampu mengendalikan dan memangkas mata rantai distribusi pangan yang masih panjang.

Menurutnya, saat ini kelompok tani binaannya telah memotong rantai distribusi ditingkat pengepul dan pengirim, hingga barang produksi petani langsung dikirimkan ke bandar di Jakarta.

"Bisa saja kelompok tani kirimkan sendiri, tetapi tidak ada jaringan, mereka (bandar) kuasai jaringan, meski kita buka kios dipasar, tapi keamanan bagaimana, penipuan sangat tinggi, dan kita tidak berani," ungkapnya.

Dugaan Permainan Nakal

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mensinyalir, fenomena lonjakan harga cabai diduga kuat karena ada pihak-pihak yang mendistorsi pasar, terutama dijalur distribusi, modus operandinya pun beragam, mulai dari penimbunan, praktik kartel oleh pedagang besar hingga distributor.

Rekomendasi Untuk Anda

YLKI mendesak agar pemerintah menindaklanjuti persoalan lonjakan harga cabai melalui Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) agar melalukan pengusutan dan penyidikan yang mengarah pada tindak pidana ekonomi.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, selaku pihak yang bertangung jawab terhadap produksi komoditas pangan, selalu mengakui bahwa produksi cabai di Indonesia tidak mengalami masalah, hanya faktor curah hujan yang tinggi dan petani cabai tidak dapat melalukan panen.

Dirinya juga mengakui, produksi cabai saat ini masih mencukupi kebutuhan dalam negeri.

"Tapi produksi aman kan, tidak ada impor, cabai, bawang, dan beras," ungkapnya.( Pramdia Arhando Julianto)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas