Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Curhatan Edi, Pedagang Hewan Kurban: Penjualan Tahun Ini Lesu, Lesu dan Lesu

"Lebih baik hewan kita tidak laku terjual nggak apa-apa, asalkan nggak ngebohongin (konsumen)," ujarnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Curhatan Edi, Pedagang Hewan Kurban: Penjualan Tahun Ini Lesu, Lesu dan Lesu
TRIBUNNEWS/SYAHRIZAL SIDIK
Stok kambing Edi, pedagang hewan kurban di Jalan Raya Ceger, Jurangmangu Timur, Tangerang Selatan, sampai Jumat (1/9/2017) siang tadi masih melimpah karena sepinya pembeli. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Syahrizal Sidik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — "Lesu, lesu dan lesu," itu yang dikatan Edi, seorang pedagang hewan kurban mengomentari tren penjualan hewan kurban selama Idul Adha 1438 Hijriah kali ini.

Tahun ini dia mengeluhkan penurunan omset cukup besar.

Jika pada Hari Raya Idul Adha dia cukup lumayan meraup keuntungan, di Idul Adha tahun ini penjualan hewan kurban terasa lesu.

"Jauh dari target. Biasanya sudah habis, ini masih ada 26 lagi kambing yang belum terjual," ujar Edi saat ditemui di Jalan Raya Ceger, Jurangmangu Timur, Tangerang Selatan, Jumat (1/9/2017).

Pantauan Tribunnews.com, Edi menjajakan hewan kurban di pinggir jalan. Tadi pagi, puluhan ekor hewan kurbannya masih belum terjual.

Edi mengaku mendatangkan 164 ekor kambing jenis etawa dan jawa dari kampung halamannya di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Rekomendasi Untuk Anda

Tadi siang wajahnya sedikit sumringah ketika datang seorang pembeli menyambangi tempat jualannya.

Pedagang hewan kurban
Idul Adha tahun ini Edi mendatangkan 164 ekor kambing jenis etawa dan jawa dari kampung halamannya di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

"Ini coba tolong periksa dulu giginya. Kalau hewan kurbannya ternyata sakit saya akan bawa ke sini lagi ya," tutur pembeli itu kepada Edi.

Edi pun mengiyakan dan berjanji mengganti jika hewan kurban miliknya yang lain jika hewan kurban  yang dibeli konsumennya dalam keadaan sakit.

Setelah proses tawar-menawar dengan sang pembeli, hewan kurbannya laku dijual dengan harga 2 juta rupiah.

Lika-liku berdagang hewan kurban

Edi hanya menjual hewan kurban jenis kambing. Untuk satu ekornya dia memapatok harga mulai dari Rp 1,8 juta sampai yang termahal Rp 4,5 juta.

Menaksir omzet yang bisa didapat, menurut hitung-hitungan Tribunnews.com, jika semua laku dengan harga jual rata-rata per ekornya Rp 2 juta saja, omzet penjualan Edi nencapai 320 juta rupiah.

"Tapi kan hitung-hitungnya tidak begitu. Rata-rata kami ambil untung 250 ribu per ekornya. Kan beli dari tengkulak-tengkulak juga," papar Edi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas