Pembangunan Infrastruktur Digencarkan Tak Menjamin Ekonomi Tumbuh
meskipun infrastruktur bermanfaat dalam jangka panjang, sebaiknya pemerintah mengukur kembali kemampuan anggaran maupun kesiapan teknisnya.
Editor:
Choirul Arifin
Soal anggaran infrastruktur, Ekonom SKHA Institute for Global Competitiveness Eric Sugandi juga mengatakan, pengalokasian dana pada APBN yang terlalu berat di infrastruktur juga berisiko menimbulkan masalah pada pos-pos lain.
Baca: Presiden Komisaris BCA Jual 400.000 Sahamnya di BBCA
Baca: Kasus SKL Bank BDNI, KPK Periksa Mantan Deputi dan Sekretaris BPPN
“Apalagi jika pos-pos ini berkaitan dengan daya beli masyarakat, misalnya pos subsidi energi. Akan lebih bermasalah jika keinginan pemerintah untuk genjot pembangunan infrastruktur ini tidak didukung dari sisi penerimaan,” ujarnya.
Sementara Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono mengatakan, ada time lag agak panjang untuk merasakan efek dari pembangunan infrastruktur, setidaknya tiga hingga lima tahun ke depan.
Namun, ketika pembangunan infrastruktur sudah memberi hasil, belum tentu pula pertumbuhan ekonomi bisa ngebut.
“Ngebut juga mungkin tidak, karena pembangunan infrastruktur kita kan juga terbatas dananya. Idealnya, biaya membangun infrastruktur kan 5% terhadap PDB. Kita masih 3% sampai 3,5%,” ujar dia.
Reporter: Ghina Ghaliya Quddus