Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Enam 'Dosa Besar' Freeport di Indonesia: Temuan Audit BPK

Pengawasan dan pengendalian Kementerian ESDM dalam pemasaran produk hasil tambang Freeport Indonesia masih lemah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Enam 'Dosa Besar' Freeport di Indonesia: Temuan Audit BPK
ISTIMEWA
Aktivitas tambang PT Freeport Indonesia di Grasberg, Papua. 

Dividen yang diterima Indonesia pada tahun 2010 hanya sebesar US$ 168,53 juta dari total US $ 1,8 miliar. Dan tahun 2011 hanya US$ 202, 28 juta dari total US$ 2,16 miliar .

Baca: Ekonom Bank Mandiri: Masih Ada Peluang Suku Bunga Acuan Turun Lagi

Baca: Bareskrim Polri: 18 Puskesmas di DKI yang Diresmikan Djarot Terindikasi Korupsi

Sejak tahun 2012 Indonesia tidak memperoleh deviden dengan alasan untuk memperkuat modal. Namun hasil pemeriksaan diketahui bahwa di negara-negara lain Freeport-McMoRan selama tahun 2012-2014 membagikan deviden kepada pemegang saham.

Padahal Freeport Indonesia ialah penyumbang terbesar keuntungan Freeport-McMoRan.

Auditor Utama IV BPK Saiful Anwar Nasution menyatakan BPK telah menyampaikan rekomendasi terhadap Kementerian ESDM dan Freepot Indonesi

a. Ia menyatakan BPK akan terus memantau perkembangan tindak lanjut rekomendasi tersebut. "Kita akan pantau selama 3 atau 6 bulan kedepan,sampai mana rekomendasi yang kita sampaikan ditindaklanjuti," jelas dia, Selasa (3/10/2017).

Rekomendasi Untuk Anda

Reporter: Ramadhani Prihatini 

Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas