Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Anak Usaha Pelindo II Siap Melantai di Bursa Akhir Tahun Ini

PT Jasa Armada Indonesia (JAI) akan menjadi perusahaan jasa pemanduan dan penundaan kapal pertama yang melantai di BEI

Anak Usaha Pelindo II Siap Melantai di Bursa Akhir Tahun Ini
Syahrizal Sidik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Jasa Armada Indonesia (JAI) akan menjadi perusahaan jasa pemanduan dan penundaan kapal pertama di Indonesia bahkan di Asia yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Anak usaha PT Pelindo II (IPC) tersebut siap menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham pada Desember 2017.

"Persiapan sumber daya manusia untuk IPO sudah siap sejak beberapa waktu lalu atau tepatnya 2015 awal karena perpindahan kapal (dari IPC) ABK-nya sudah diurus sejak 2014," kata Direktur Utama JAI Dawam Atmosudiro di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Kendati demikian, Dawam belum bisa menyampaikan jumlah target dana dari pelaksanaan IPO tersebut. Sebab, perusahaan belum mendapatkan pernyataan resmi dari OJK.

"Kami belum bisa sampaikan (target dana) saat ini," katanya.

Perusahaan dijelaskan Dawam, memiliki prospek pengembangan captive market sangat tinggi terutama dari IPC sebagai induk yang memiliki beberapa proyek pengembangan yang masuk proyek strategis nasional yang akan menjadi pasar baru bagi JAI.

Proyek itu antara lain Pelabuhan New Priok (Kalibaru), Kijing, Sorong dan Cikarang-Bekasi Laut yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

IPC sebagai pemilik proyek-proyek tersebut saat ini telah menyiapkan dana secara penuh, sehingga manajemen optimis target pengembangan pasar tersebut akan terealisir. Dalam lima tahun ke depan, IPC diproyeksikan akan memiliki kapasitas 2 kali lipat dari saat ini.

"JAI yang telah ditunjuk sebagai mitra IPC dengan kontrak jangka panjang untuk melayani penundaan di seluruh wilayah IPC secara otomatis akan mengalami tambahan pasar yang cukup materiil," pungkas Dawam.

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas