Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Harga Pangan Stabil, Tapi Cenderung Mahal

"Deflasi ini tidak terlepas dari upaya Kemdag dan instansi pemerintah yang lainnya dalam menjaga harga dan stok pangan."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Harga Pangan Stabil, Tapi Cenderung Mahal
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Pedagang melayani pembeli di los Sembako dan sayuran Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (7/7/2017). 

Dari fakta ini, Husein menyimpulkan, pemerintah telah salah mendiagnosis masalah pangan dalam negeri. Upaya untuk menekan inflasi justru berujung pada matinya industri pangan domestik.

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri menambahkan, terjadinya deflasi pangan tahun ini tak terlepas dari minimnya daya beli konsumen dan menumpuknya stok pangan. "Sekarang pasar lagi sepi, padahal stok relatif masih banyak, akibatnya harga-harga pada turun," ujarnya.

Namun, mulai awal Desember ini harga sejumlah pangan mulai naik. Ia mengambil contoh harga minyak goreng dari Rp 12.400 menjadi Rp 12.700 per liter. Kini, rata-rata harga pangan di pasar naik kisaran Rp 500, dan akan terus berlangsung sampai akhir tahun.

Bila tidak diantisipasi, kenaikan harga pangan bisa mencapai antara 30% hingga 50% sampai akhir tahun. Banjir dan cuaca ekstrem yang terjadi sekarang bisa berdampak pada ketersediaan pangan bulan depan.

 
Reporter: Abdul Basith, Noverius Laoli 

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas