Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Kemendes PDTT Dorong Hilirisasi Produk dan Potensi Wisata Pedesaan

Potensi yang dimaksudkan adalah hilirisasi distribusi hasil produksi pedesaan yang sebelumnya hasil mentah menjadi hasil siap konsumsi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kemendes PDTT Dorong Hilirisasi Produk dan Potensi Wisata Pedesaan
www.gppropertybali.com
Salah satu desa wisata di Bali 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) Kemendes terus mendorong masyarakat di pedesaan untuk mengembangkan potensi produk unggulan di desa.

Potensi yang dimaksudkan adalah hilirisasi distribusi hasil produksi pedesaan yang sebelumnya hasil mentah menjadi hasil siap konsumsi.

Sehingga, potensi meningkatnya nilai tambah ekonomi masyaakat di desa bisa naik.

Hal tersebut disampikan Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Ahmad Erani Yustika di kantor PKP Kemendes PDTT, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (19/12/2017).

"Produk unggulan dibuat naik kelas dengan membuat produk hilirisasi yang siap dikonsumsi masyarakat," kata Ahmad Erani Yustika.

Bahkan, menurut data, Erani menyebut kalau produk pedesaan yang telah diolah bisa meningkat mencapai 250 persen.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Tiru Tren di Eropa, Menteri Pariwisata Akan Kampanyekan Wisata Naik Bus Umum

Baca: Kemenhub Mau Bikin Kategorisasi PO Bintang 1 Sampai 5, Pengusaha Bus: Itu Buang-buang Waktu

"Misalnya yang tadinya harganya Rp 10 ribu bisa jadi Rp 25 ribu. Ini kan naik 150 persen," terang Erani.

Ia mencontohkan, salah satu yang menjadi desa yang terus meningkatkan prosuksi dan hilirisasi yakni di kawasan perdesaan Pangalengan, Kabupaten Bandung Selatan, Jawa Barat.

Dimana, produksi unggulan dikawasan tersebut adalah perkebunan dan pengolahan kopi.

Dengan diberikan bantuan mesin penggiling, petani kopi di sana bisa memproduksi kopi sangrai dengan nilai tambah, sehingga petani kopi tidak lagi menjual biji kopi mentah.

"Di Kabupaten Bandung di Pangalengan komoditas unggulan kopi dibantu mesin pengolahan kopi sehingga pemingkatannya hingga 300 persen dari nilai mentahnya," papar Erani.

Tidak sampai disitu, Erani juga mencontohkan bagaimana  di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang terkenal dengan daerah penghasil komoditas bawang merah pun berhasil meningkatkan nilai jualnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas