Perjalanan Impor Beras Indonesia Mulai Tahun 2000 hingga 2018
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah membuka keran impor beras pada tahun 2018
Tayang:
Editor:
Sanusi
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Nurtendi (47), pedagang beras melayani pembeli di Pasar Sederhana, Jalan Jurang, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Kamis (11/1/2018). Sejak Oktober 2017 hingga memasuki awal 2018 harga beras di pasaran di Kota Bandung terus berangsur naik. Besarnya kenaikan mulai Rp 200 per kg, Rp 500 per kg, hingga memasuki Januari 2018 kenaikannya mencapai kisaran harga Rp 1.000 per kg. Kenaikan harga tersebut dikeluhkan konsumen dan pedagang, beras pandanwangi yang biasa dijual Rp 12.500 menjadi Rp 13.500 per kg sedangkan beras setra ramos kepala dijual Rp 13.000 dari harga sebelumnya Rp 12.000 per kg. Sedangkan untuk beras Bulog tidak ada kenaikan, masih dengan harga jual Rp 9.350 per kg. Disamping harga naik, konsumen dan pedagang pun mengeluhkan langkanya persediaan beras dan menurunnya kualitas beras saat ini. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Hampir dua dasawarsa Indonesia selalu melakukan impor beras. Apakah dari sisi pertaniannya kurang maju atau kurang mendapatkan perhatian?
Atau memang ada "pihak yang bermain" di balik impor beras ini, atau konsumsi masyarakat yang terus meningkat seiring bertambahnya populasi?
Yang pasti, seharusnya pemerintah sudah memikirkan soal ketahanan pangan ini jauh hari sebelum kemudian jadi "bom waktu" bagi masyarakat.
Berita Ini Sudah Dipublikasikan di Kompas.com, dengan judul: Begini Perjalanan Impor Beras Indonesia Sejak Tahun 2000 hingga 2018
Berita Populer
Baca tanpa iklan