Tribun Bisnis

Sarinah Dapat Restu Impor Beras Ketan 50.000 Ton dari Vietnam dan Thailand

Impor tersebut disebutkan untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman.

Editor: Choirul Arifin
Sarinah Dapat Restu Impor Beras Ketan 50.000 Ton dari Vietnam dan Thailand
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Kepala Bulog Divre I Sumut Benhur Ngkaimi (dua kanan) bersama staf memeriksa karung berisi beras impor asal Thailand yang disimpan di gudang Bulog Jemadi, Medan, Sumatera Utara, Jumat (9/3/2018). 

Laporan Reporter Kontan, Abdul Basith

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Sarinah (Persero) mendapatkan izin impor beras ketan sebesar 50.000 ton. Nantinya, beras ketan yang diimpor dari Vietnam dan Thailand tersebut akan didistribusikan pada hotel, restoran, dan katering yang sudah bekerja sama dengan perusahaan.

Sebelum keluar izin impor beras ketan dari Kementerian Perdagangan (Kemdag) pada tahun 2018, Sarinah telah melakukan impor pada tahun sebelumnya.

Impor tersebut disebutkan untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman.

Baca: PO Gunung Harta Belanja 6 Bus Maxi Scania dan Mercedes-Benz untuk Remajakan 3 Trayek Bus Malam

"Impor beras ketan bukan yang pertama dan sudah pernah sebelumnya," ujar Direktur Utama Sarinah Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa kepada Kontan.co.id, Minggu (25/3/2018).

Menanggapi perdebatan mengenai impor beras ketan, Putu Sugiarta meyakinkan impor beras ketan tidak menyalahi aturan. "Pengajuan impor sudah sesuai prosedur dan sudah mendapatkan izin dari Kementerian Perdagangan (Kemdag)," terang Putu Sugiarta.

  Tribun JualBeli

Wiki Populer

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas