Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pemerintah Tak Mau Lagi Dibilang Membiarkan Pertamina Rugi

Ego menyebut keuntungan yang bisa didapat Pertamina dari Blok Mahakam bisa mencapai Rp 7 triliun.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Pemerintah Tak Mau Lagi Dibilang Membiarkan Pertamina Rugi
EKSPLORASI
Rig lepas pantai Blok Mahakam. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah enggan disebut sebagai biang kerok kerugian yang bisa dialami PT Pertamina (Persero) akibat menanggung selisih harga solar subsidi dan premium.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM sekaligus Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Ego Syahrial bilang, pemerintah tidak membiarkan Pertamina merugi.

Pemerintah bahkan punya banyak cara untuk membantu Pertamina. Salah satu caranya dengan memberikan pengelolaan Blok Mahakam kepada Pertamina.

Baca: Ada 2 Insiden Suporter di Pekan Pertama Liga 1, Salah Satunya Dilakukan Suporter Persib Bandung

Ego menyebut keuntungan yang bisa didapat Pertamina dari Blok Mahakam bisa mencapai Rp 7 triliun. "Pemerintah kan banyak cara. Contoh Pertamina diberikan Mahakam, untungnya berapa? Rp 7 triliun, bersih," ungkap Ego pada Jumat (23/3).

Ego meminta agar tidak ada lagi pernyataan yang menyudutkan pemerintah seolah-olah telah merugikan Pertamina dengan keputusan harga solar dan premium.

"Artinya Pemerintah memikirkan juga. Jadi jangan ada sampai pernyataan bahwa pemerintah membiarkan Pertamina rugi, tidak ada," imbuhnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Seperti diketahui, pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan telah memutuskan tidak menaikan harga BBM jenis solar subsidi dan premium hingga 2019.

Akibat keputusan tersebut, Pertamina menghitung adanya potensi kerugian sebesar RP 3,9 triliun selama periode Januari-Februari 2018. Sementara hingga akhir tahun 2018, Pertamina memproyeksi adanya potensi kerugian sebesar Rp 24 triliun.

Perhitungan tersebut didasarkan pada formula harga jual eceran BBM. Harga premium seharusnya sudah mencapai Rp 8.600 per liter untuk April–Juni 2018.Sedangkan premium saat ini masih dijual Rp 6.450 per liter. Ini berarti telah ada selisih harga sebesar Rp 2.150 per liter.

Sementara untuk BBM jenis solar, dengan formula harga harusnya harga solar saat ini sebesar Rp 8.350 per liter. Saat ini solar masih dijual seharga Rp 5.150 per liter. Ini berarti ada selisih harga Rp 3.200 per liter.

Berita Ini Sudah Dipublikasikan di KONTAN, dengan judul: ESDM: Pertamina dapat untung Rp 7 triliun dari Blok Mahakam

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas