Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

BI Beri Sinyal Naikkan BI Rate

Bank sentral akan melakukan penyesuaian suku bunga acuan jika kondisi ekonomi seperti tingkat inflasi berdampak buruk pada sistem keuangan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Choirul Arifin
zoom-in BI Beri Sinyal Naikkan BI Rate
TRIBUNNEWS/SYAHRIZAL SIDIK
Gubernur BI Agus Martowardojo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Syahrizal Sidik 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyatakan membuka ruang untuk menaikkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate menyikapi perkembangan kondisi ekonomi dalam negeri. 

Bank sentral akan melakukan penyesuaian suku bunga acuan jika kondisi ekonomi seperti tingkat inflasi termasuk nilai tukar rupiah yang depresiasinya mempunyai dampak buruk bagi stabilitas sistem keuangan.  

“Belum tentu akan naik, tetapi jika perlu kami tidak ragu penyesuaian tingkat bunga untuk jaga stabilitas keuangan dan inflasi yang sesuai," kata Agus Martowardojo, Senin (30/4/2018) dalam jumpa pers usai Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta. 

Pekan lalu, nilai tukar rupiah cukup tertekan mendekati level Rp 14.000 per dolar AS.

Agus menjelaskan, depresiasi rupiah yang terjadi lebih disebabkan oleh penguatan dolar AS terhadap hampir semua mata uang dunia. 

“Penguatan dolar AS adalah dampak dari berlanjutnya kenaikan suku bunga obligasi negara AS hingga mencapai 3,03 persen, tertinggi sejak tahun 2013,” kata dia. 

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, kata Agus, depresiasi rupiah juga terkait faktor musiman permintan valas yang meningkat pada triwulan II antara lain untuk keperluan pembayaran Utang Luar Negeri (ULN), pembiayaan impor, dan dividen. 

Langkah Bank Sentral 

Bank sentral menyiapkan empat langkah untuk menstabilkan rupiah.

Pertama, BI senantiasa berada di pasar untuk memastikan tersedianya likuiditas dalam jumlah yang memadai baik valas maupun rupiah. 

Langkah selanjutknya, memantau dengan seksama perkembangan perekonomian global dan dampaknya terhadap perekonomian domestik.  

Baca: Suzuki GSX-S750 Dibanderol Rp 155 Juta di India

Baca: Dibilang Mbah Mijan Kena Pelet, Billy Syahputra: Dia Bicara Asal Nyablak

Bank Indonesia juga mempersiapkan 2nd line of defense bersama dengan institusi eksternal terkait. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas