Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

14 Bank Sentral di Afrika Timur dan Selatan Gunakan Yuan untuk Cadangan Devisa

"Sebagian besar negara di wilayah MEFMI memiliki pinjaman atau hibah dari China dan akan masuk akal secara ekonomi untuk membayar dalam remimbi China"

14 Bank Sentral di Afrika Timur dan Selatan Gunakan Yuan untuk Cadangan Devisa
Mata uang Yuan dan dolar AS. 

Laporan Reporter Kontan, Avanty Nurdiana

TRIBUNNEWS.COM, HARARE -  Mata uang China, yuan akan ditimbang menjadi cadangan devisa oleh 17 bank sentral dan 14 bankir di Afrika Timur dan Afrika Selatan.

Pembahasan tersebut dilakukan di sebuah forum yang membahas pengelolaan cadangan devisa di Harare, Zimbabwe.

Forum akan berlangsung pada Selasa-Rabu, 29-30 Mei 2018 mendatang dan akan dihadiri wakil sekretaris dan wakil gubernur bank sentral, serta pejabat dari African Development Bank.

Para peserta akan fokus membahas melemahnya posisi eksternal sebagian besar negara anggota Macroeconomic and Financial Management Institute of Eastern and Southern Africa (MEFMI) karena perlambatan ekonomi.

Baca: Amien Rais Mengaku Dilobi Utusan Istana untuk Dipertemukan dengan Jokowi, Ini Reaksinya

"Sebagian besar negara di wilayah MEFMI memiliki pinjaman atau hibah dari China dan akan masuk akal secara ekonomi untuk membayar dalam remimbi China," kata Juru bicara MEFMI, Gladys Siwela-Jadagu seperti dikutip Xinhua.

Ini adalah alasan penting bagi pembuat kebijakan menyusun strategi tentang kemajuan ekonomi Afrika dengan merangkul China.

 
Eropa juga berminat

Negara yang masuk dalam MEFMI adalah Angola, Botswana, Burundi, Kenya, Lesotho, Malawi, Mozambik, Namibia, Rwanda, Swaziland, Tanzania, Uganda, Zambia dan Zimbabwe. Awal tahun ini, beberapa bank sentral di Eropa mengungkapkan, rencana menggunakan yuan sebagai bagian dari cadangan mata uang asing, mengingat potensi mata uang China itu sebagai unit di cadangan valuta asing utama dunia.

"China sebagai mitra dagang terbesar di lebih dari 130 negara di Afrika. Karena itu penting untuk mendapatkan bagaimana mendapat keuntungan dari pola baru perdagangan internasional," kata Siwela-Jadagu. Seiring pergerakannya yang lebih stabil, yuan berpotensi menjadi mata uang utama di tingkat global.

Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas