Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dirut PGN Rangkul Karyawan Pertagas Bekerja Sama Demi Pertamina

Jobi Triananda Hasjim mengajak seluruh karyawan PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk bahu-membahu demi mencapai target holding

Dirut PGN Rangkul Karyawan Pertagas Bekerja Sama Demi Pertamina
ist
Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim turun langsung memberi kuliah kepada para mahasiswa di Universitas Airlangga, Surabaya 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Jobi Triananda Hasjim mengajak seluruh karyawan PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk bahu-membahu demi mencapai target holding BUMN Minyak dan Gas Bumi (migas) yang ditetapkan pemerintah.

Sinergi seluruh karyawan PGN dan Pertagas mutlak diperlukan mengingat kedua perusahaan sudah resmi bergabung sebagai ujung tombak bisnis gas PT Pertamina (Persero).

Menurut Jobi, akuisisi 51 persen saham Pertagas oleh PGN senilai Rp 16,6 triliun merupakan bagian dari rencana besar pemerintah untuk menciptakan perusahaan migas berskala besar di bawah bendera Pertamina sebagai holding BUMN migas. Bergabungnya PGN dan Pertagas, akan menambah nilai kedua perusahaan karena bisa saling melengkapi satu sama lain dan menghilangkan persaingan bisnis yang selama ini terjadi.

"Integrasi Pertagas ke PGN merupakan milestones baru dari sejarah industri gas bumi Indonesia. Sinergi kedua perusahaan di sektor hilir gas bumi yang tadinya berkompetisi, mulai saat ini akan bahu membahu dalam melakukan ekspansi dan investasi demi mengejar target yang lebih besar lagi," kata Jobi.

Ia mengatakan, selama ini Pertagas memiliki kekuatan di pipa transmisi. Sementara PGN memiliki lebih banyak pelanggan yang memanfaatkan gas bumi lewat jaringan pipa distribusi yang dimilikinya. Dengan bergabungnya dua perusahaan tersebut, maka penguasaan infrastruktur pipa gas bumi di Indonesia menjadi 96 persen.

Sampai akhir kuartal I 2018, panjang pipa gas yang dimiliki PGN mencapai lebih dari 7.453 kilometer (km) atau setara dengan 80 persen pipa gas bumi nasional. Dari infrastruktur tersebut, PGN menyalurkan gas bumi ke 196.221 pelanggan industri maupun rumah tangga. Sementara panjang pipa yang dikelola Pertagas mencapai 2.438 km.

Dalam laporannya yang diterbitkan Jumat (29/6) akhir pekan lalu, BNP Paribas sebagai advisor aksi korporasi tersebut menyatakan selain penguasaan pipa gas yang panjangnya semakin bertambah, bersatunya PGN dan Pertagas secara otomatis akan meningkatkan efisiensi investasi kedua perusahaan.

Dalam hitungan BNP Paribas, akuisisi Pertagas oleh PGN akan menghilangkan investasi ganda atas proyek pipanisasi yang selama ini tumpang tindih satu sama lain. Pasalnya dua perusahaan yang tadinya bersaing di lapangan, kini bersinergi dalam satu komando untuk menjalankan bisnis ke depan.

BNP Paribas memproyeksi, nilai investasi pembangunan pipa gas yang bisa dihemat keduanya mencapai US$ 65 juta per tahun.

"Dengan integrasi ini, kita akan menghilangkan banyak sekali duplikasi investasi. Pertagas itu sebelumnya punya Pertamina yang 100 persen punya negara. Mayoritas saham PGN juga sebelumnya dipegang pemerintah. Kalau terjadi duplikasi investasi, itu kan sebenarnya uang negara juga," ujar Jobi.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas