Tribun Bisnis

Analis: Kinerja Keuangan Bank BTN Berpotensi Tumbuh Lebih Baik

Kinerja keuangan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berpotensi terus mengalami peningkatan seiring pertumbuhan kredit

Penulis: Sanusi
Analis: Kinerja Keuangan Bank BTN Berpotensi Tumbuh Lebih Baik
Warta Kota/Henry Lopulalan
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Maryono (tengah) didampingi Jajaran Direksi Bank BTN saat Konferensi Pers Paparan Kinerja Bank BTN per 31 Maret 2018 di Menara BTN, Jalan Gajahmana, Jakarta Pusat, Kamis (19/4). Pada triwulan I/2018, Bank BTN mencatatkan peningkatan penghimpunan DPK sebesar 23,54% yoy menjadi Rp194,48 triliun per triwulan I/2018 dan kredit tumbuh sebesar 19,34% yoy pada triwulan I/2018 menjadi Rp202,5 triliun. Dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah, Bank BTN juga telah menyalurkan kredit perumahan senilai Rp24,25 triliun untuk 278.262 unit rumah hingga 31 Maret 2018. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kinerja keuangan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berpotensi terus mengalami peningkatan seiring pertumbuhan kredit dan laba bersih perseroan yang masih sesuai target yang ditetapkan.

Head of Research Sinarmas Sekuritas, Evan Lie Hadiwidjaja mengatakan kinerja keuangan BBTN masih inline, dimana secara historis pencapaian di semester I-2018 sekitar 40 persen dari target sepanjang tahun ini.

"Kinerja pada semester I 2018 masih memuaskan dan memiliki peluang untuk tumbuh lebih baik," katanya di Jakarta, Selasa (24/7/2018).

Menurut Evan, dengan kondisi tersebut Sinarmas Sekuritas tetap merekomendasi beli (buy) untuk saham BBTN.

"Meski tantangan masih ada ditengah ketatnya likuiditas dan suku bunga acuan yang cenderung naik, akan tetapi Bank BTN cukup terbantu dari skema program sejuta rumah yang ada dikarenakan dalam skema tersebut margin bank tetap terjaga dan juga adanya bantuan likuiditas dari pemerintah. Sedangkan untuk kedepannya, lembaga Tapera akan dapat menopang kinerja Bank BTN. kita rekomendasi BUY dengan target harga (TP) di Rp3.475 per saham," ujar Evan.

Sementara itu Analis MNC Sekuritas, Nurulita Harwaningrum mengungkapkan emiten Bursa Efek Indonesia berkode saham BBTN ini memiliki potensi ke depannya didorong KPR subsidi.

"Ini karena permintaan akan rumah subsidi (untuk golongan menengah bawah) itu masih tinggi," terangnya.

Di sisi lain, hal tersebut juga terlihat dari pertumbuhan kredit BBTN yang mencapai 19 persen pada semester I-2018, sedangkan dari sisi kualitas aset juga masih terjaga, NPL BBTN juga turun menjadi 2,78 persen dari 3,23 persen di semester I-2017.

"Laba bersih BBTN juga masih tumbuh double digit dan kami tahun ini juga memperkirakan masih akan tumbuh double digit," tegasnya.

Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas