Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bogasari Siapkan UKM Garap Pasar Milenial

Sebagai mitra binaan, maka Bogasari perlu memfasilitasi para UMKM untuk mendapatkan edukasi berbagai kebutuhan persiapan tersebut.

Bogasari Siapkan UKM Garap Pasar Milenial
warta kota/nur ichsan
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- PT Indofood Tbk Divisi Bogasari sedang mempersiapkan UMKM (pelaku usaha mikro, kecil dan menengah) yang merupakan pelanggan mayoritas agar bisa menggarap pasar milenial.

Warga milenial adalah masyarakat yang lahir di antara tahun 1990-an dan 2000-an. Masyarakat milenial ini adalah konsumen yang sangat akrab dengan era teknologi serba digital.

Potensi pasar terbesar di sektor industri makanan saat ini dan ke depannya adalah pasar milenial.

Ivo Ariawan Budiprabawa, Vice President Customer Relations Area 3 dalam Press Release acara Gelegar Hadiah Bogasari Mitra Card (BMC) Tahap I tahun 2018 menyebutkan, Untuk menggarap pasar milenial, banyak hal yang harus dipersiapkan para UMKM. Mulai dari rasa, penampilan, kemasan, strategi pemasaran, hingga metode pembayaran.

Sebagai mitra binaan, maka Bogasari perlu memfasilitasi para UMKM untuk mendapatkan edukasi berbagai kebutuhan persiapan tersebut.

“Misalnya tentang telepon seluler yang merupakan 'teman akrab’ generasi milenial, maka strategi pemasaran dan penjualan UMKM pun tak bisa lepas dari alat teknologi itu. Oleh karena itu pemanfaatan sumber-sumber informasi digital berbasis internet menjadi sangat perlu diperhatikan,” kata Ivo.

Ada beberapa program yang sedang dan akan dijalankan Bogasari. Contoh program yang sudah dijalankan adalah pelatihan desain kemasan dan pelatihan food photography.

Melalui pelatihan kedua materi ini, para UMKM belajar memahami arti dan manfaat penting serta pengaruh dari kemasan terhadap penjualan. Sementara materi food photography, adalah untuk membuka wawasan akan daya jual foto produk yang dipakai baik dalam kemasan, maupun materi promosi baik dalam bentuk print out maupun media sosial seperti facebook, instagram, dan lain-lain.

“Materi pelatihan lain yang sedang disiapkan Bogasari dan rencananya mulai September ini adalah pelatihan digital marketing, pelatihan manajemen bisnis, dan masih banyak lagi, termasuk pelatihan seputar resep yang sedang dan akan mejadi tren. Tujuannya agar para UMKM ini mampu bersaing sebagai pelaku usaha kekininan atau “UMKM zaman now”. Dan sudah ada UMKM mitra Bogasari yang sudah berhasil masuk ke era teknologi digital,” kata Ivo.

Cara lain yang dilakukan Bogasari untuk memfasilitasi UMKM menggarap pasar milenial adalah mengggelar berbagai ekspo atau kegiatan kuliner yang menyasar pasar milenial seperti Bogasari Expo, Go Market, MRKT 2018, ICE 2018, dan lain-lain. Termasuk dalam acara Gelegar Hadiah BMC Tahap I ini, Bogasari menyiapkan ruang promosi untuk UKM dengan menyiapkan stan penjualan.

Beberapa UKM yang akan buka stan promosi dan penjualan dalam acara ini adalah Pawon Kue, Pai Apel Malang, Bolu Kering Mak Plengeh dan Finuts, Mie Ayam Parmu, Pia Bulan, Mie Pangsit Nursahid, Oca Kue, Sby Corp, dan masih banyak lagi. Beberapa UMKM ini sudah punya website, media sosial facebook dan instagram. Bahkan ada yang sudah bekerja sama dengan pesan layan antar online seperti Go Food.

“Mengingat generasi milenial lebih suka bersosilisasi melalui media sosial, maka UMKM pun bisa menjadikannya sebagai mitra penyebar produk atau duta produk melalui akun mereka di Instagram, Facebook , Twitter, Line, dan media sosial lainnya. Dalam hal pembayaran, pasar milenial lebih nyaman transaksi secara cashless. Mereka lebih suka melakukan pembayaran secara elektronik,” tambah Ivo.
Terkait penyelenggaraan Gelegar Hadiah BMC Tahap 1, Ivo menegaskan bahwa hal ini adalah program apresiasi Bogasari atas loyalitas pelanggannya. Mereka yang berhak mengikuti program ini adalah UMKM yang sudah menjadi anggota BMC, yang merupakan wadah keanggotaan kemitraan Bogasari dengan UMKM. Program keanggotaan BMC ini sudah ada sejak tahun 2002 atau 16 tahun yang lalu dan jumlahnya secara nasional sudah mencapai sekitar 40 ribu.

“Dari total jumlah nasional tersebut, sebanyak 6.500 lebih berada di wilayah Jawa Timur dan sekitar 1.700 berada di wilayah Kota Surabaya. Bahkan beberapa UKM Bogasari meraih penghargaan seperti Pahlawan Ekonomi Surabaya yakni Pawon Kue dan Diah Cookies. Bahkan bulan lalu, UD Wahyu Jaya yang memproduksi Bolu Kering Mak Plengeh meraih Juara 1 UKM berprestasi se-Jawa Timur untuk kategori makanan,” ungkapnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas