Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Cegah Ekonomi Nasional Memburuk, Ini Solusi ILSA

Wakil Sekretaris Jendral Indonesian Labour Suppliers Association (ILSA) mengatakan, Dolar AS sudah tembus angka psikologis Rp 15.000

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Cegah Ekonomi Nasional Memburuk, Ini Solusi ILSA
Tribunnews.com/Herudin
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah diminta bergerak cepat mengatisipasi terus melemahnya nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Hal ini perlu dilakukan agar tidak berdampak pada kondisi ekonomi secara keseluruhan

Amin Ahmad Balbaid Wakil Sekretaris Jendral Indonesian Labour Suppliers Association (ILSA) mengatakan, Dolar AS sudah tembus angka psikologis Rp 15.000/dolar.

Beberapa kantor sekuritas sudah membriefing para ekonomnya, untuk menjaga kondisi ekonomi perusahaan dan pribadi karena pengaruh Turki yang inflasinya sampai 20 persen dan perang dagang USA Vs China.

"Sekarang sudah mulai terkena dampaknya di Eropa, yang diprediksi nanti imbasnya akan sampai ke Indonesia," kata Ahmad dalam keterangan yang diterima, Rabu (5/9/2018).

Menurutnya ada beberap hal yang perlu segera dilakukan pemerintah agar tidak terkena dampak terlalu dalam pada ekonomi nasional.

Yakni meminimalkan semua pengeluaran yang sifatnya konsumtif.

Rekomendasi Untuk Anda

Kemudian karena saham lagi pada jeblok, jangan transaksi saham dulu.

Hindari sementara bermain saham.

"Lebih baik simpan dalam bentuk emas dan lainya dibanding tunai," kata Ahmad.

Selanjutnya, uahakan punya uang tunai untuk operasional minimal 6 bulan kedepan.

Sebab, Ada kemungkinan inflasi dan ekonomi tahun 2008 terulang kembali.

"Kecuali yang gajinya USD malah bagus karena USD Vs Rupiah makin tinggi," katanya.

Sementara jika anda ingin memulai investasi, usaha baru atau proyek fisik, lebih baik tahan diri dulu minimal 6 bulan kedepan.

Pasalnya, negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Vietnam sudah mulai terkena imbas akibat Turki dan Eropa.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas