Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Perusahaan Jepang Mulai Ajukan Diri Jadi Operator Pelabuhan Patimban, BUMN Belum Ada

Lelang operator rencananya akan mulai dibuka sekitar akhir September hingga Oktober 2018 untuk mulai dilakukan tahapan prakualifikasi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Perusahaan Jepang Mulai Ajukan Diri Jadi Operator Pelabuhan Patimban, BUMN Belum Ada
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Direktur Kepelabuhan Ditjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, M. Tohir saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2018) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelabuhan Patimban yang berlokasi di Subang, Jawa Barat telah memasuki pembangunan tahap I paket I.

Rencananya, Pelabuhan Patimban ini akan beroperasi pada September 2019 mendatang dengan luas terminal peti kemas seluas 420 meter (m) x 45 m dari total panjang dermaga 4320 meter.

Baca: Bulan Depan, Kemhub Lelang Operator Pelabuhan Patimban

Direktur Kepelabuhan Ditjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, M. Tohir mengatakan saat ini sedang disiapkan dokumen untuk mencari operator yang akan mengelola Pelabuhan Patimban dengan skema Kerjasama antara pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Lelang operator rencananya akan mulai dibuka sekitar akhir September hingga Oktober 2018 untuk mulai dilakukan tahapan prakualifikasi.

"Sedang persiapan dokumen untuk kpbu mudah-mudahan akhir Septemeber ada prakualifikasi," ungkap Tohir saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2018).

Keputusan penentuan operator ditargetkan selesai Maret 2018 dan terbuka untuk perusahaan luar negeri, perusahaan swasta maupun badan usaha milik negara (BUMN).

Rekomendasi Untuk Anda

Tohir mengatakan, badan usaha dalam negeri belum ada yang mulai mengajukan diri, justru perusahaan dari Jepang yang sudah mulai melakukan komunikasi dengan Kementerian Perhubungan.

Indikasi ketertarikan Jepang ikut mengelola Pelabuhan Patimban karena di sekitar Pelabuhan Patimban banyak pabrik milik Jepang.

"Yang tertarik justru Jepang, karena banyak kawasan industri disana yang Jepang. Pelindo II berminat, tapi belum," kata Tohir.

Baca: Djoko Santoso Dengar Kabar Gatot Nurmantyo Mau Gabung PAN

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah memilih konsorsium yang terdiri dari Penta, Toa, Rinkai dan PP dengan nilai investasi Rp 8,99 triliun yang didapat dari pinjaman Loan Japan Internasional Coorperation Agency (JICA) sebagai kontraktor untuk pembangunan Pelabuhan Patimban tahap satu.

Pelabuhan ini nantinya akan melayani car terminal dan juga kapal RORO dengan kapasitas 3,5 juta teus yang diharapkan dapat menopang ekonomi di kawasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas