BNI Pelopori Sustainable Financing
Bank Sampah yang diundang tersebut dikelola oleh Pemerintah Kota Administratif Jakarta Barat yang operasionalnya
Editor: Hendra Gunawan
Pada kesempatan yang sama BNI memberikan bantuan Corporate Social Responsibilty (CSR) dalam bentuk Mesin Press Hydraulic kepada Bank Sampah Induk Lingkungan Berseri, Jakarta Timur serta infrastruktur pengolahan sampah untuk Kampung Asri di daerah Jakarta Barat.
Sustainable Financing
BNI telah menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) 2019 yang akan menjadi dasar dan pedoman bagi implementasi Keuangan Berkelanjutan (sustainable financing). Keuangan Berkelanjutan di BNI tersebut antara lain diimplementasikan dengan merintis beberapa program antara lain Program Ayo Menabung Dengan Sampah.
Selain itu, BNI juga melakukan Pengembangan Kapasitas Internal dalam bentuk pelatihan-pelatihan dan program edukasi masyarakat, hingga memperkuat SOP perkreditan yang mempertimbangkan faktor lingkungan dan sosial.
Sejalan dengan Kriteria Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) yang diatur dalam Petunjuk Teknis POJK Nomor 51/2017, BNI juga mengikuti kriteria Debiturnya.
Debitur dimaksud adalah yang mendapatkan pembiayaan apabila di dalam proses bisnisnya mengutamakan upaya efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya alam, melaksanakan mitigasi dan adaptasi lingkungan menghadapi dampak perubahan iklim, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kategori kegiatan yang berkelanjutan (berwawasan lingkungan) yaitu Energi Terbarukan; Efisiensi Energi; Pencegahan dan Pengendalian Polusi; Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan; Konservasi Keanekaragaman Hayati Darat dan Air; Transportasi Ramah Lingkungan; Pengelolaan Air dan Air Limbah yang Berkelanjutan; Adaptasi Perubahan Iklim.
BNI konsisten menyalurkan pembiayaan pada sektor-sektor yang berwawasan lingkungan. Ini antara lain Sektor Perkebunan seperti ke Perkebunan Sawit yang tersertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) atau Round Table Sustainble Palm Oil (RSPO), serta pembiayaan energi terbarukan seperti Micro Hydro, dan menyalurkan pembiayan hanya pada perusahaan yang dinyatakan dinilai propher oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (yaitu mendapat penilaian Emas, Hijau, Biru).
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.