Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Perdagangan Sesi Pertama, IHSG Naik 0,90 Persen ke Level 6.468,83

Sektor aneka industri paling tinggi penguatannya 1,12%, diikuti barang konsumsi 1,09, dan manufaktur 1,08%.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Perdagangan Sesi Pertama, IHSG Naik 0,90 Persen ke Level 6.468,83
TRIBUNNEWS/SYAHRIZAL SIDIK
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil parkir di zona hijau perdagangan sesi I, Selasa (26/3). Mengutip RTI, indeks naik 0,90% atau 57,579 poin ke level 6.468,83.

Tercatat 250 saham bergerak naik, 125 saham bergerak turun, dan 127 saham stagnan. Volume perdagangan 7,56 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,23 triliun.

Sepuluh indeks sektoral menopang penguatan IHSG. Sektor aneka industri paling tinggi penguatannya 1,12%, diikuti barang konsumsi 1,09, dan manufaktur 1,08%.

Saham-saham top gainer LQ45 antara lain:

- PT Pakuwon Jati Tbk (PWON, anggota indeks Kompas100 ) naik 4,44% ke Rp 705

- PT XL Axiata Tbk (EXCL, anggota indeks Kompas100 ) naik 3,88% ke Rp 2.680

- PT Semen Indonesia Tbk (SMGR, anggota indeks Kompas100 ) naik 3,36% ke Rp 13.850

Rekomendasi Untuk Anda

Saham-saham top losers LQ45 antara lain:

- PT Surya Citra Media Tbk (SCMA, anggota indeks Kompas100 ini) turun 1,46% ke Rp 1.685

- PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM, anggota indeks Kompas100 ) turun 1,10% ke Rp 11.225

- PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk (INKP, anggota indeks Kompas100 ini) turun 0,54% ke Rp 9.200

Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 114,416 miliar di pasar reguler. Sedangkan untuk keseluruhan market, net buy asing sebesar Rp 138,884 miliar.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah mengatakan, pasar global mengalami koreksi pada perdagangan Senin (25/3), seiring kecemasan ancaman resesi ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Namun, diperkirakan tekanan terhadap pasar global pada Selasa mereda dan dapat mendorong IHSG bergerak "mixed", ditopang sentimen musim laporan laba emiten," ujar Alfiansyah dikutip dari Antara.

Baca: China Pesan 300 Pesawat ke Airbus

Sentimen ketakutan pasar terhadap resesi kembali mencuat seiring dengan pembalikan kurva imbal hasil (yield) pada obligasi AS antara tenor tiga bulan dengan tenor 10 tahun.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas