Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Harga Gas di Indonesia USD 5,3/MMBTU, Lebih Murah Dibanding Malaysia dan Thailand

Kementerian ESDM mengklaim harga gas Indonesia relatif kompetitif dan stabil bila dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ria anatasia
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Harga Gas di Indonesia USD 5,3/MMBTU, Lebih Murah Dibanding Malaysia dan Thailand
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
PASANG SEGEL - Pekerja memasang segel pada setiap tabung gas elpiji 12 kilogram di agen resmi gas elpiji PT Limas Raga Inti, Jalan Emong, Kota Bandung, Minggu (4/1). Terhitung 2 Januari 2015, PT Pertamina telah menaikan harga gas elpiji kemasan 12 kg dari Rp 114.200 menjadi Rp 134.000 per tabung (harga agen). TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

Skema ini cocok diterapkan di Indonesia karena tidak mengikuti harga minyak dan tidak menimbulkan volatilitas.

"Ini yang membuat harga gas di Indonesia cukup stabil," tegasnya.

Kestabilan harga gas terlihat pada catatan harga gas pipa domestik dari tahun 2008 hingga April 2019.

Pada tahun 2008, gas pipa domestik sebesar USD4.83/MMBTU. Sementara, pada April 2019 sebesar USD5,87/MMBTU.

Dalam kurun 11 tahun, gas pipa domestik hanya terkoreksi sebesar USD1,04/MMBTU.

Kalau dibandingkan dengan pergerakan ICP dalam kurun waktu yang sama, fluktuasi ICP punya selisih USD 34,58/barrel.

"Ini sebatas gambaran umumnya," kata Agung.

Rekomendasi Untuk Anda

Kendati demikian, Pemerintah menurutnya akan terus mendorong struktur biaya energi di Indonesia makin kompetitif sehingga harga gas di level plant gate bisa lebih rendah dari rata-rata biaya sekarang, yaitu sebesar USD 9/MMBTU.

"Kami terus mencari formula baru untuk menekan harga gas sampai ke tingkat akhir pengguna," terang Agung.

Untuk diketahui, struktur harga gas domestik di Indonesia ditetapkan berdasarkan biaya gas bumi (60 persen), biaya transmisi (22 persen) dan biaya distribusi + niaga (18 persen).

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas