Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Survei BI: Penjual Eceran Juli 2019 Tumbuh 2,4 Persen

Bank Indonesia (BI) mencatatkan, penjualan eceran pada Juli 2019 terindikasi mengalami peningkatan.

Survei BI: Penjual Eceran Juli 2019 Tumbuh 2,4 Persen
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga melakukan transaksi jual beli di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Minggu (26/5/2019). Mendekati hari raya Idul Fitri, warga kembali memadati Pasar Tanah Abang pasca ditutup karena kerusuhan 22 Mei lalu. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatatkan,  penjualan eceran pada Juli 2019 terindikasi mengalami peningkatan. 

Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) hasil Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia yang tumbuh 2,4 persen (yoy), meningkat dari IPR pada bulan sebelumnya yang tercatat tumbuh -1,8 persen (yoy). 

"Peningkatan tersebut terutama didorong oleh penjualan eceran kelompok Suku Cadang dan Aksesori, dan kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau," tulis Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan resmi, Selasa (10/9/2019).

Onny melanjurkan, penjualan eceran diperkirakan tumbuh meningkat pada Agustus 2019. Hal tersebut terindikasi dari prakiraan pertumbuhan IPR Agustus 2019 yang meningkat menjadi 3,7 persen (yoy) ditopang oleh peningkatan penjualan kelompok Suku Cadang dan Aksesori. 

Baca: Bank Indonesia: Cadangan Devisa Bulan Agustus Naaik Jadi 126,4 Miliar Dolar AS

"Selain itu, penjualan kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau dan kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi juga membaik sejalan dengan faktor musiman berupa maraknya promosi dan diskon penjualan menyambut perayaan hari raya kemerdekaan," jelasnya.

Selain itu, hasil survei juga mengindikasikan tekanan kenaikan harga di tingkat pedagang eceran dalam enam bulan mendatang (Januari 2020) diprakirakan akan menurun. 

Menurutnya, hal itu tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 6 bulan yang akan datang sebesar 161,1 lebih rendah dibandingkan dengan IEH pada bulan sebelumnya sebesar 162,5.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas